Berdasarkan pantauannya, puncak perayaan Tahun Baru berada di tiga titik. Pertama kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer, Tugu Pal Putih dan Stadion Mandala Krida. Seluruhnya didatangi ribuan pengunjung dan wisatawan sejak sore harinya.
"Situasi kambitmas terkendali, arus lalulintas padat dan lancar, hal menonjol Insyaallah bisa kendalikan, malam pergantian tahun baru pengamannya lancar dan aman di wilayah Kota Jogja," jelasnya ditemui di Titik Nol Kilometer, Sabtu (31/12).
Untuk pengamanan, pihaknya menerjunkan 1.100 personil. Masih dibantu personil dari TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Pemadam Kebakaran hingga Dinas Kesehatan Kota Jogja. Seluruhnya melakukan pengamanan di ketiga lokasi perayaan Tahun Baru.
Saat puncak Tahun Baru juga terlihat penyalaan kembang api. Idham menuturkan kegiatan tersebut tidak menganggu masyarakat. Terbukti dengan tertibnya kondisi saat kembang api mulai dinyalakan.
"Kami juga antisipasi copet, siagakan satgas Gakkum di daerah rawan dan lakukan penindakan apabila tertangkap tangan melakukan kejahatan meresahkan masyarakat, copet gendam dan kejahatan lainnya," katanya.
Perayaan Tahun Baru kali ini diakuinya cukup berbeda. Pertama adalah terkait pencabutan status PPKM. Imbasnya kerumunan masyarakat terlihat di kawasan Malioboro meski tak ada even khusus.
Disatu sisi pihaknya juga tak melakukan penjagaan khusus. Termasuk upaya pembatasan kerumunan yang masuk ke Malioboro. Mayoritas para pengunjung Malioboro juga terlihat tak mengenakan masker.
"Kalau memang sudah dicabut tetap diimbau agar masyarakat menjaga kesehatannya memang seperti ini keramaian dan lainnya tidak ada pembatasan lain. Untuk kerumunan tidak ada pengendalian karena PPKM sudah pencabutan," ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News