Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harus Kreatif dan Tingkatkan Kapasitas Diri

Editor Content • Selasa, 27 Desember 2022 | 14:35 WIB
DIBUTUHKAN MASYARAKAT: Peringatan Hari Relawan PMI yang dirangkai dengan simulasi penanganan darurat kebakaran kolaborasi PMI dengan PSC 119 dan Damkar Bantul di Lapangan Paseban, Bantul, kemarin (26/12).(GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
DIBUTUHKAN MASYARAKAT: Peringatan Hari Relawan PMI yang dirangkai dengan simulasi penanganan darurat kebakaran kolaborasi PMI dengan PSC 119 dan Damkar Bantul di Lapangan Paseban, Bantul, kemarin (26/12).(GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Palang Merah Indonesia (PMI) DIJ menggelar peringatan Hari Relawan PMI di Lapangan Paseban, Bantul, kemarin (26/12). Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan relawan itu, para relawan PMI diminta bisa lebih inovatif, kreatif, dan terus meningkatkan kapasitas diri.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, peran relawan khususnya PMI dalam hal kemanusiaan di tengah bencana maupun kejadian, memang tidak perlu diragukan. Para relawan selalu hadir untuk menolong masyarakat ketika ada bencana. Serta tanpa pernah berharap imbalan maupun memandang latar belakang orang yang ditolong.

Dalam momentum peringatan Hari Relawan PMI ini, Halim berpesan agar para relawan di DIJ terus meningkatkan kapasitas dirinya. Yakni dengan terus berpikir kreatif serta inovatif. Dikarenakan, relawan selalu dibutuhkan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat.
“Eksistensi PMI tidak bisa dilepaskan dari relawan. Karena itu saya berharap hari ini diperingati sebagai wujud pengabdian tertinggi bagi relawan,” ujar Halim di sela kegiatan.

Ketua PMI DIJ GBPH Prabukusumo menyampaikan, selama ini relawan memang telah banyak berkiprah dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Mulai saat tanggap darurat bencana tsunami di Aceh akhir tahun 2004, kemudian gempa bumi di Jogjakarta tahun 2006, bencana banjir di Pangandaran dan Wasior, lalu erupsi Gunung Merapi tahun 2010 sampai dengan di daerah konflik seperti Ambon dan Poso.

Menurut Gusti Prabu, panggilan akrabnya, relawan juga merupakan jantung organisasi dan menjadi garda terdepan organisasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu perlu adanya manajemen sumber daya manusia yang responsif terhadap kebutuhan organisasi dan masyarakat yang membutuhkan.

“Pengelolaan relawan kita perkuat dengan motivasi, baik dengan dukungan kelompok maupun organisasi. Motivasi menjadi hal mendasar mengapa seseorang bergabung dan bertahan menjadi relawan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang Anggota dan Relawan PMI DIJ Haris Eko Yulianto menerangkan, jumlah relawan PMI di DIJ saat ini sekitar 4.232 orang. Terdiri atas Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR), dan Tenaga Sukarela (TSR). Sedangkan jumlah pendonor darah sukarela ada sekitar 36.481 orang.

Selama tahun 2022, relawan PMI telah melayani ambulans gawat darurat sejumlah 1.017 layanan dan ambulans non-kegawatdaruratan 309 layanan. Sedangkan pelayanan pemulasaran dan pemakaman jenazah sejumlah 309 layanan. Kemudian penyemprotan eco enzyme sejumlah 17.500 liter dengan menyasar 84.800 jiwa penerima manfaat.

“Relawan terus bergerak meringankan beban masyarakat. Saat bencana, krisis kesehatan, dan pada situasi apa pun, mereka adalah garda terdepan kerja-kerja kemanusiaan PMI,” ujar Haris. (inu/laz) Editor : Editor Content
#Palang Merah Indonesia #PMI