RADAR JOGJA - Penyedia jasa dekorasi perayaan Natal Rommy Iskandar menyebut, patung gua full set paling diminati pelanggan. Gua yang didekor, akan diisi lengkap dengan berbagai jenis binatang. Dari keledai, unta, domba, hingga sapi.
Selain itu, lanjut Rommy, patung gembala, Yusuf, Bunda Maria yang membawa bayi juga akan diikutsertakan. "Satu setnya berisi 15-18 patung Permintaan ada yang hanya pesan satu set patung. Ada juga yang sekalian dengan dekornya," bebernya.
Menurutnya, dekorasi yang biasa dipesan tidak hanya untuk gerja. Namun juga diperuntukkan bagi unit usaha, perkantoran, hotel, restoran, mall, bahkan rumah pribadi. "(Karena, Red) belum lengkap kalau tidak ada icon-nya (dekorasi Natal, Red)," ungkap Rommy yang juga sebagai pematung patung rohani asal Warungboto, Umbulharjo.
Tidak hanya set patung gua, pelanggan juga bisa memilih tema dekorasi. Seperti sangkar burung, hingga tema kontemporer. Pun dengan ukurannya. Seperti di rumah pribadi. Biasanya, akan diisi pohon natal, lampu, dan patung-patung kecil berukuran hingga 30 centimeter.
Sedangkan untuk patung berukuran 50 centimeter, pelanggan berasal dari kalangan restoran. "Biasanya, kami juga menawarkan tematik out of the box, gaya kami sendiri. Lain dari yang lain," ucapnya.
Menariknya, tak sekadar membuat patung rohani. Rommy juga membuat patung khusus khas budaya timur Indonesia. Jika umumnya kecenderungan patung rohani bergaya Eropa, dia juga menyediakan patung khusus bergaya timur. Wajah, kulit, maupun pakaian dan coraknya, disesuaikan penduduk dan budaya dari berbagai daerah.
Ada patung Bunda Maria yang wajahnya mirip orang Jawa. Dengan warna kulitnya sawo matang. Lengkap dengan pakaian adat, misalnya Sunda. Ada juga yang dibuat dengan batik, corak khas Dayak. Bahkan, dia juga menyediakan patung Yesus yang memakai sorjan. "Nah, ini juga ada peminatnya. Biasanya gereja-gereja yang meiliki selera berbeda. Tergantung request dari Romo gereja," bebernya.
Rommy tidak hanya menjajakan jasa dekor, maupun menjual patung. Melainkan juga menyewakan. Penyewaan dan dekorasi Natal paling murah dibanderol Rp 1 juta. Paling mahal hingga puluhan juta rupiah, menyesuaikan ukuran dekor.
Pria lulusan Patung Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta ini menyebut, suasana Natal kali ini berbeda dibanding tahun sebelum pandemi Covid-19. Dulu peminat dekor dan patung rohani tinggi. Sedangkan sekarang, berkurang. "Dulu saya bikin patung Sinterklas, patung gua sampai 10 set. Sekarang hanya menyediakan lima set, belum laku semua," ungkapnya.
Demikian juga jasa dekor. Tahun ini dikatakannya, nihil pesanan. Menurutnya, belum banyak yang merayakan Natal. Sebagian gereja, umatnya juga ikut mendesain sendiri. "Kalau pemesanan patung (rohani, Red) masih ada," tandasnya. (mel/eno) Editor : Editor Content