Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ditlantas Polda DIJ Terapkan One Way di Sejumlah Destinasi Wisata

Editor News • Kamis, 22 Desember 2022 | 21:14 WIB
SOSOK : Dirlantas Polda DIJ Kombespol Alfian Nurrizal  saat ditemui di Mapolda DIJ, Kamis 922/12). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
SOSOK : Dirlantas Polda DIJ Kombespol Alfian Nurrizal saat ditemui di Mapolda DIJ, Kamis 922/12). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Dirlantas Polda DIJ Kombes Pol Alfian Nurrizal menyiapkan sejumlah skema guna menyambut libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Berupa rekayasa arus lalu lintas di sejumah destinasi wisata. Salah satunya adalah penerapan one way atau satu arah untuk sejumlah destinasi wisata tertentu.

Skema ini merupakan kajian bersama Dinas Perhubungan DIJ. Wujud respon atas masuknya sekitar 5 juta wisatawan ke Jogjakarta. Sehingga diprediksi mobilitas di wilayah Jogjakarta mencapai kisaran 7 juta jiwa.

“Maka dari itu kami akan mengantisipasi untuk melakukan kepadatan arus yang ada di wilayah wisatawan. Dimana di Jogjakarta wisatawan ada sebanyak 35 (titik) dan tentunya kita akan melaksanakan kegiatan rekayasa atau manajemen lalu lintas,” jelasnya ditemui usai Apel Pasukan Operasi Lilin Progo 2022/2023, Kamis (22/12).

Beberapa lokasi yang menjadi pantauannya adalah destinasi wisata perbukitan. Atas pertimbangan kepadatan arus lalulintas. Ini bisa terjadi di kawasan wisata Tebing Breksi dan Obelix Hills. 

Kedua destiansi ini, lanjutnya, memiliki karakter jalan terjal. Apabila supir tidak mengenal medan jalan maka berpotensi bahaya. Ditambah adanya potensi penumpukan kendaraan dari dan menuju destinasi wisata.

“Analogi kalau misalnya bus 10 yang dari atas turun ke bawah dan ada satu yang akan naik ke atas kita utamakan yang satu bus, mengingat karena jalan kondisi yang terjal,” katanya.

Catatan juga diberikan untuk destinasi wisata kawasan pantai. Beberapa kasus sebelumnya kerap terjadi penumpukan arus kendaraan. Terlihat dari sebelum pintu tempat pemungutan retribusi (TPR) hingga objek wisata.  

Skema yang diterapkan adalah one way untuk kawasan wisata Pantai. Baik yang berada di Kabupaten Bantul maupun Kabupaten Gunungkidul. Tujuannya agar tak terjadi penumpukan kendaraan yang terlampau lama.

“Sehingga tidak akan jadi ada trouble atau dua arah sehingga akan jadikan one way juga. Itu sebagai rekayasa lalu lintas yang akan kita lakukan. Artinya tidak akan ada penumpukan atau menimbulkan kemacetan jadi kepadatan. Kami jamin untuk tidak ada stagnan, roda berputar dan tetap arus lalu lintas berjalan dengan baik,” ujarnya.

Untuk kawasan Malioboro, jajarannya juga menyiapkan skema khusus. Prediksinya kawasan Tugu Pal Putih hingga Keraton Jogjakarta akan menjadi fokus berkumpulkan wisatawan. Terutama saat menjelang malam pergantian tahun.

Rekayasa jalan memanfaatkan kebijakan yang telah berjalan. Berupa penutupan kawasan Malioboro untuk kendaraan bermotor daari 18.00 WIB hingga 21.00 WIB. Hanya saja saat mendekati puncak Tahun Baru berlangsung dari 17.00 WIB.

“Ya untuk gumaton (Tugu, Malioboro, Keraton) sendiri ini adalah destinasi tujuan terakhir. Nanti saat menjelang tahun baru akan ada rekayasa sehingga warga bisa menikmati pergantian tahun di kawasan itu,” katanya. (dwi) Editor : Editor News
#Ditlantas Polda DIJ #rekayasa jalan #Libur NATARU #Kombes Pol Alfian Nurrizal #Wisata pantai Jogjakarta