Wakil Kepala Bidang Resto PHRI DIJ Aldi Fadhil Diyanto mengatakan restoran dibawah keanggotaan PHRI DIJ mulai bersiap. Salah satunya dengan menggelar even sebagai penarik kunjungan. Ini juga sebagai momentum para pengelola restoran untuk kembali bangkit pasca pandemi.
"Kami biasanya mengikuti reservasi hotel. Forecast hotel mulai tanggal 20 sudah ada pergerakan tamu masuk. Lalu pada 24-30 Desember ini puncaknya di situ," jelasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (20/12).
Meski tak menyebut angkanya secara pasti, Aldi mengatakan permintaan bahan pokok di kalangan restoran juga turut meningkat. Sementara harga bahan pokok di pasaran terpantau naik.
Kondisi ini menjadikan para pengelola restoran harus putar otak agar tetap bisa mengambil untung. Beberapa restoran bahkan harus menyiasati dengan menu-menu paket. Menu yang pembuatannya tak menggunakan bahan pokok yang sedang naik, digabung dengan menu lainnya.
"Kami tidak bisa serta merta menaikkan harga karena ini menyangkut market juga nanti. Misalkan langsung dirubah padahal yang lain tidak, akan mengurangi pembeli," katanya.
Aldi memprediksi nantinya tamu restoran akan datang baik secara rombongan maupun kelompok-kelompok kecil.
"Rombongan, karena ini juga berhubungan dengan libur sekolah. Nanti liburan sekolah dan juga nataru banyak yang liburan bersama keluarga. Otomatis tamunya akan menjadi mix," ujar Aldi.
Dia memastikan sebanyak 300 anggota restoran di bawah naungan PHRI DIJ tak akan memberi harga nuthuk. Ini karena pihaknya selalu melakukan pengawasan dan edukasi kepada pengelola resto.
"Libur nataru harapannya bisa dimanfaatkan dengan baik tidak hanya untuk anggota PHRI saja. Dan juga bisa memberikan imahe yang positif kepada wisatawan," harapnya. (isa/dwii) Editor : Editor News