Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

HB X Dorong Eksportir Rumuskan Strategi 2023

Editor News • Rabu, 16 November 2022 | 07:33 WIB
DISKUSI : Gubernur DIJ Hamengku Buwono X tengah berdiskusi dengan eksportir di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Selasa (15/11). (PEMPROV DIJ for RADAR JOGJA)
DISKUSI : Gubernur DIJ Hamengku Buwono X tengah berdiskusi dengan eksportir di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Selasa (15/11). (PEMPROV DIJ for RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Gubernur DIJ Hamengku Buwono X (HB X) dorong eksportir tingkatkan kemampuan ekspor. Termasuk untuk merumuskan strategi ekspor di 2023. Guna meningkatkan roda perekonomian di Jogjakarta.

Disatu sisi, pihaknya memberikan dukungan dalam wujud program Pemerintahan. Seperti dukungan untuk sektor UMKM. Termasuk industri yang berorientasi pasar luar negeri.

"Kalau bantuan secara finansial kami tidak bisa misalnya memberikan uang tunai kepada PT atau CV itu tidak boleh. Hanya bentuknya support kepada UMKM dan masyarakat. Namun kita bisa memfasiliasi dialog dengan pemerintah pusat," jelasnya dalam pertemuan dengan eksportir di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Selasa (15/11).

HB X juga mendorong pentingnya inovasi. Baik dalam produk maupun skema transaksi ekspor. Tujuannya untuk menjamin keberlangsungan usaha.

Dalam beberapa aspek, dapat pula berkolaborasi. Dalam artian melibatkan pelaku UMKM lokal. Baik dalam wujud produk maupun kerjasama penjualan pasar luar negeri.

"Saya itu lebih senang industri kecil dan menengah tapi jumlahnya banyak. Masyarakat Jogja bisa bekerja di situ. Meskipun pertumbuhannya hanya 6-7 persen namun bisa lebih langgeng," katanya.

Raja Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat ini juga menekankan agar para eskportir bisa memanfaatkan program atau fasilitas yang tersedia. Sehingga dapat memudahkan dari sisi akses. Seperti misalnya memanfaatkan fasilitas yang disediakan PT. Angkasa Pura.

HB X menuturkan PT. Angkasa Pura memiliki kapasitas gudang 500 ton/hari. Kondisinya justru jarang terisi. Sehingga bisa dimanfaatkan sebagai penunjang kegiatan ekspor.

"Ini bisa dimanfaatkan karena jarang terpakai. Nanti kirimnya lewat penerbangan. Kalau misal terlalu mahal, kita bisa rembugan (diskusi). Tapi saya perlu gambaran harganya supaya bisa negosiasi," ujarnya.

Salah satu eksportir yang hadir pada agenda tersebut yakni Direktur PT Busana Remaja Agracipta Suyatna Nainggolan. Ia berharap pemerintah dapat berdialog dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi. Untuk bisa menekan biaya pekerja.

Hal tersebut perlu dilakukan agar perusahaan tidak perlu melakukan pengurangan karyawan. Disatu sisi juga tidak mengeluarkan biaya terlalu tinggi.

"Sekarang masalahnya adalah bagaimana kita mendiskusikan dengan Kemenaker supaya kita tetap langgeng dan produksi tetap berjalan namun cost juga bisa ditekan," katanya. (Dwi) Editor : Editor News
#strategi ekspor 2023 #Hamengku Buwono X #Potensi ekspor Jogja