Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X mengatakan, pemerintah bersama masyarakat harus memiliki komitmen kuat untuk bangkit dari berbagai permasalahan kesehatan yang ada. Dengan demikian, derajat kesehatan yang optimal akan terwujud.
Menyinggung kasus Covid-19 yang dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk menggelar transformasi bidang kesehatan, dikatakan, pandemi terus terkendali dan berharap status akan beralih menjadi endemi. “Oleh karena itu perlu ada upaya mempertahankan ketahanan kesehatan yang sudah pemerintah bangun,” katanya di sela acara.
HB X menjelaskan masalah-masalah kesehatan yang dimaksud, di antaranya, tingginya angka kematian ibu dan bayi, masalah gizi (stunting). Kemudian tingginya angka kematian akibat penyakit menular dan penyakit tidak menular, serta permasalahan kesehatan jiwa.
Berkaca dari pandemi Covid-19, Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk melakukan transformasi sistem kesehatan melalui enam pilar. Ke-6 pilar itu meliputi layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan, dan teknologi kesehatan. “Semoga peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-58 ini menjadi awal pulihnya berbagai sektor di masyarakat, sehingga Indonesia khususnya DIJ bisa kembali sehat dan kembali tumbuh,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan DIJ Pembajun Setyaningastutie menambahkan, MobScreen PenjarKes adalah aplikasi penjaringan kesehatan untuk peserta didik di DIJ. Mulai dari tingkat SD hingga SMA, termasuk SLB dan pendidikan nonformal.
Melalui aplikasi itu, pendataan kesehatan peserta didik dapat dilakukan lebih mudah, sekaligus mempermudah petugas puskesmas dalam melakukan penilaian rekapitulasi dan pencatatan laporan. “Untuk mendeteksi dan skrining mandiri, sehingga kalau sudah terisi dan guru sudah mengetahui hasil isian, kan ada skor dan keterangan apa tindakannya. Harapannya dengan itu mereka membawa dirinya untuk diperiksa atau memperbaiki kesehatannya,” jelasnya.
Sementara Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, berkat kolaborasi yang profesional di segala sektor, pandemi Covid-19 bisa dihadapi dengan baik. Saat ini, Indonesia sendiri termasuk lima negara besar yang telah menyelesaikan vaksinasi, di mana hampir 440 juta dosis vaksin telah disuntikkan ke masyarakat.
“Pandemi juga sudah bisa kita handle dengan lebih baik, makanya kini saat yang tepat kita melakukan reformasi atau transformasi kesehatan. Tadi Ngarsa Dalem sudah menyampaikan ada enam pilar yang akan kita usung dalam melakukan reformasi kesehatan dan semuanya ini mengubah pola berpikir kita, mengubah mindset kita,” katanya.
Dia mencontohkan pilar pertama adalah layanan primer. Oleh karenanya, posyandu, puskesmas, dan posko akan menjadi garda terdepan Kemenkes dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. (wia/laz) Editor : Editor Content