RADAR JOGJA - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja mencatat jumlah konsumsi buah dan sayur warganya. Berdasar penelitian yang dilakukan, kurangnya konsumsi buah dan sayur berisiko terjadinya obesitas atau kegemukan.
Kepala DPP Kota Jogja Suyana membenarkan, kurangnya konsumsi makan buah dan sayur dapat meningkatkan risiko obesitas. Oleh sebab itu, Pemkot Jogja berupaya mengubah pola makan warga di kota ini. “Konsumsi gizi seimbang yang aman, kedua kecukupan gizi,” ujarnya dalam jumpa pers Gelar Potensi Pertanian 2022 di Diskominfosan, kemarin (15/11).
Suyana mengatakan, penghitungan konsumsi buah dan sayur dilakukan dengan formula penilaian khusus. Nilai tertinggi dari sistem ini adalah 100. “Untuk konsumsi sayur maksimal 30,” ujarnya.
Penilaian itu, kata Suyana, merupakan proses panjang. Lantaran nilai konsumsi sayur pada tahun 2018 hanya sekitar 18 persen. “Dasarnya adalah pada 2018 mulai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) skor hanya 18. Jadi kami bisa meningkatkan pola pangan harapan warga Kota Jogja,” paparnya.
Gerakan lantas dilakukan dengan mencanangkan berbagai program makan buah dan sayur. Mulai dari Lorong Sayur yang sekarang jumlahnya sekitar 90 di Kota Jogja, sampai pembinaan kelompok tani yang kini sudah mencapai 260. “Dengan formula penghitungan itu, saat ini nilai kita sudah di atas 30,” ucapnya.
Suyana juga membeberkan, dua kelompok yang jadi perhatian serius Pemkot Jogja yakni warga yang masuk dalam daftar kartu menuju sejahtera (KMS) dan ibu hamil. “Kegiatan di Jogja terkait kelompok tani dan kampung buah-sayur wajib mengikutsertakan pemegang KMS dan ibu hamil.
Meski mereka tidak bisa ikut kerja bakti tanam, saat panen harus mendapat sayur dan buah,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Emma Rahmi Aryani pun menegaskan pentingnya konsumsi gizi seimbang. Sayur dan buah jadi komponen yang penting. “Ayo, lengkapi gizi keluarga. Bukan hanya untuk menangani obesitas, tapi juga mendukung pemerintah dalam menangani stunting,” pesannya. (fat/laz) Editor : Editor Content