Muhajir Effendy mengatakan, keberadaan museum ini penting. Sebab Muhammadiyah merupakan organisasi visioner dan dinamikanya tinggi. Sehingga jejak dan bukti sejarah harus diabadikan.”Namun, banyak artefak Muhammadyah yang belum terkumpul,’’ ujarnya.
Museum ini menjadi etalase sejarah dan dinamika pergerakan dakwah Muhammadiyah di masa lalu, masa kini, dan proyeksi Muhammadiyah di masa depan. Museum Muhammadiyah ini menjadi ruang yang menyajikan sejarah Muhammadiyah dalam peran keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan, serta memiliki nilai sebagai media informasi, transformasi nilai, edukasi, dan rekreasi.”Kami berharap seluruh keluarga persyarikatan memanfaatkan museum ini sebagai kunci pembuka sejarah, sekaligus proyeksi ke masa depan,’’ kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.
Museum yang peletakan batu pertama dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada 2018 lalu ini memberikan informasi yang komprehensif kepada publik mengenai sejarah dan peran Muhammadiyah. Yaitu menanamkan nilai-nilai keteladanan yang direpresentasikan tokoh-tokoh Muhammadiyah. Di dalam museum, para pengunjung bisa melihat sejarah perjalanan Muhammadiyah yang penyajiannya dipadukan dengan teknologi lumayan canggih.
Rektor UAD sekaligus Ketua Pembangunan Museum Muhammadiyah Muchlas berharap dengan kehadiran museum tersebut dapat memenuhi kebutuhan persyarikatan dan menjadikannya sebagai media memajukan peradaban semesta."Kami meneguhkan komitmen untuk terus merawat aset Muhammadiyah ini. Serta terus mengembangkan dan mengelolanya secara profesional," ucap Muchlas. (inu/din) Editor : Editor Content