Diecast terbuat dari logam dan plastik. Logam yang digunakan umumnya adalah zamak yang merupakan alloy atau campuran zinc dan alumunium. Mainan yang biasanya dibuat dengan metode ini memiliki model skala. Antara lain seperti mobil, motor, pesawat terbang, peralatan konstruksi, hingga kereta api. Bentuknya pun cenderung klasik, dan model kendaraan yang mirip dengan aslinya. “Harganya juga lebih mahal,” ucap Intan Nursanti, penjual mainan diecast kemarin (11/11).
Karena hal itu, membuat penggemar diecast berasal lagi beragam kalangan. Tidak terpatok pula pada usia. Bahkan beberapa waktu lalu, Santi memiliki pelanggan tetap. Tiap bulan, pelanggan itu datang ke tokonya memburu diecast. “Itu orangnya bapak-bapak,” sebut perempuan 35 tahun ini.
Menurutnya, diecast memiliki beragam ukuran. Hitungannya, menggunakan skala perbandingan. “Tapi aku nggak hafal,” ujarnya disusul tertawa.
Pemilik toko mainan Indo Toys ini pun mengaku, pemahamannya tentang diecast hanya sebatas merek miniatur kendaraan. Namun dia mengaukui, miniatur mainan dengan bahan diecast memang lebih bagus. “Saya menjual dua merek mainan miniatur,” lontar Santi.
Ibu dua orang putra ini membandingkan dengan merek HotWheels, yang harganya lebih murah. Namun untuk jenis ini, penggemarnya cenderung anak-anak. Tiap bulannya selalu ada model baru. “Kalau diecast lebih cenderung ke kolektor,” paparnya.
Sementara untuk koleksi paling mahal, Santi menjual diecast dengan harga lebih dari Rp 400 ribu. Diecast tersebut berbentuk mobil sedang yang digunakan oleh tokoh Batman dan Ferrari. “Itu barangnya impor. Tapi nek sini kulakan dari Semarang,” ungkapnya. (fat/eno) Editor : Editor Content