“ Ini sebagai upaya mengajak masyarakat beralih menggunakan layanan transportasi publik,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti di sela peluncuran Akseptansi KMT sebagai kartu bayar tiket Trans Jogja di Loco Cafe Stasiun Tugu Yogyakarta, kemarin (10/11).
Dikatakan, tambahan layanan itu diluncurkan demi memudahkan masyarakat. Integrasi satu kartu ini bisa digunakan untuk antarmoda. Usai naik KRL bisa dengan Trans Jogja.“Ini baru integrasi tiket. Kami masih pakai aturannya Kereta Commuter Indonesia (KCI),” terang Ni Made.
Ke depan, upaya integrasi tidak hanya tiket saja. Integrasi juga bersifat fisik. Halte bus didekatkan dengan penumpang kereta. Halte Trans Jogja ada di Stasiun Tugu. Saat ini penumpang yang ingin naik Trans Jogja harus berjalan hingga depan Hotel Grand Inna Malioboro.
“Penumpang kereta tidak perlu melangkah jauh. Kami dekatkan halte dengan stasiun,” jelas birokrat yang lama bertugas di Bappeda DIY ini.
Layanan yang diinisiasi Dinas Perhubungan DIY menjawab kebutuhan masyarakat. Khususnya wisatawan yang berkunjung ke DIY. Akses mereka dipermudah. Saat datang ke Jogja tidak perlu memakai kendaraan pribadi.
Trans Jogja siap melayani. Demikian pula bagi masyarakat DIY. Semua diharapkan ramai-ramai memanfaatkan transportasi umum. Trans Jogja menjawab semua kebutuhan tersebut. Trans Jogja menjadi angkutan publik yang nyaman
Dalam integrasi layanan itu, Dinas Perhubungan DIY menyediakan 750 kartu ke delapan halte bus Trans Jogja. Antara lain Halte Taman Pintar, depan SMPN 5 Jogja Kridosono, Jombor dan Halte Bandara Adisucipto. Kemudian Halte Mal Ambarukmo Plaza, kantor Samsat Palbapang, Bantul dan Halye Pakem.
Direktur PT Anindya Mitra Internasional (AMI) Dyah Puspitasari mengatakan, secara bertahap menambah tempat pembelian kartu Trans Jogja. Kartu pelajar Trans Jogja yang sudah disebar mencapai empat ribu kartu. Peminat langganan Trans Jogja terus meningkat jumalhnya. “Akses untuk layanan berlangganan bakal kami perluas,” katanya.
Sedangkan Direktur Operasi dan Pemasaran KAI Commuter Wawan Ariyanto mengatakan, dengan integrasi tiket itu memudahkan bagi konsumen.
Masyarakat bisa membeli KMT dengan harga Rp 30 ribu. Sudah mendapatkan saldo Rp 10 ribu, atau melakukan top up saldo di semua stasiun yang melayani operasional commuterline dan KA Prambanan Ekpres.
Dengan menggunakan KMT, masyarakat, khususnya pelajar dapat mengakses Trans Jogja yang beroperasi mulai pukul 06.00-19.00. Layanan Trans Jogja mencakup 17 koridor di 117 halte dengan jumlah armada sebanyak 128 bus. Masyarakat cukup membawa KMT ke halte Trans Jogja. Petugas kemudian membantu melakukan proses pembayaran tiket bus menggunakan KMT. (wia/kus)
Editor : Editor Content