Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sensasi Pijat Kretek

Editor Content • Jumat, 4 November 2022 | 13:46 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Pijat kretek-kretek atau terapi chiropractic saat ini tengah menjadi tren di kalangan masyarakat. Banyak yang memilih untuk datang ke pijat kretek ketika memiliki berbagai masalah pada tulang. Mulai dari pegal, sakit punggung, hingga keluhan syaraf kejepit.

Salah satu pengguna jasa pijat kretek-kretek adalah Agus Jiwanto. Warga Banguharjo, Sewon ini walnya pernah terpeleset saat mengendarai sepeda motor. Membuat paha belakang atau hamstring-nya tertarik. Lantas, dia berobat ke pijat kretek-kretek. “Langsung ditarik-tarik dan dipulihkan. Alhamdulillah sembuh,” katanya saat ditemui Radar Jogja kemarin (4/11).

Sebelum menggunakan terapi chiropractic, Agus hanya menggunakan jasa pijat refleksi. Yang menggunakan kayu untuk ditekan ke syaraf. “Sakit banget. Pasien yang syarafnya ditotok mungkin bisa nangis tenan. Dulu saya sempat teriak-teriak,” ucapnya.

Setelah itu, dia beralih ke pijat kretek-kretek di Chiropractic dan Masase Cedera Mas Win, yang merupakan tetangganya. “Kalau dipijat kretek-kretek saat diurut di bagian sakit memang sakit beneran. Tapi pas di bagian yang nggak sakit, ya nggak apa-apa,” lontarnya.

Agus sendiri, menggunakan jasa pijat kretek-kretek saat mengalami keluhan seperti pegal atau terkilir. Maklum, pekerjaanya adalah pengrajin mebel yang rentan membuat badan lelah. Terakhir kali Agus menggunakan jasa pijat tersebut, sekitar dua minggu lalu. Saat itu, dia mengeluhkan pegal di bahu dan tangan. “Setelah pijat, besoknya badan terasa enak dan seperti lebih enteng,” ungkap pria 40 tahun itu.

Agus menyebut, dia hanya membayar seikhlasnya. “Karena memang tetangga jadi seikhlasnya bayarnya. Sepertinya juga beliau tidak narif,” sambungnya.

Sementara itu, Mahadevi Paramita Putri juga pernah menggunakan jasa pijat serupa. Kala itu, ia direkomendasikan oleh teman sekantornya. Devi, panggilannya akrabnya, mengeluhkan sakit di bagian punggung. “Sering ngilu sejak punya anak karena buat nggendong terus,” ungkap warga Mergangsan, Kota Jogja itu saat dihubungi Radar Jogja Kamis (3/11).

Sebelumnya, Devi sudah sering pijat ke jasa pijat yang ada di salon kecantikan. Namun, tidak terlalu membantu menyembuhkan keluhannya. “Akhirnya mencoba ke pijat kretek-kretek itu,” tambahnya.

Saat itu, tukang pijat yang dia sewa datang ke kantornya. Dia pun mencoba bersama teman-teman sekantornya. “Setelah habis dipijat rasanya badan enak, lalu yang sakit di punggung juga hilang,” ujar perempuan 35 tahun itu.

Bahkan, keluhan yang dideritanya tidak kambuh lagi. Namun jika dia merasa lelah, keluhan di punggungnya akan cepat kambuh. “Tapi ini sudah enggak. Enak sih badannya, tulang-tulangnya jadi seperti tertata” lontarnya.

Devi menyebut, tarif yang dibayarkan pun seikhlasnya. Namun saat ini, tukang pijat kretek-kretek yang jadi langganannya, sedang berada di India. Untuk belajar yoga. “Jadi sudah susah dihubungi. Terakhir dipijat sama dia sekitar tiga tahun lalu setelah anak keduaku lahir,” tandasnya. (cr5/eno)

  Editor : Editor Content
#Pijat Kretek #Jogja