Kepala DPUPKP Bantul Aris Suharyanta mengatakan, pada musim penghujan ini memang banyak sampah sungai yang menyangkut pada beberapa bendungan sungai di Bantul. Jumlahnya pun cukup besar, lantaran dalam sehari pengangkutan bisa mencapai dua truk pengangkut sampah atau mencapai sekitar 10 meter kubik. “Jika dikonversikan menjadi satuan berat tonase, jumlahnya bisa mencapai 10 ton,” sebutnya kemarin (1/11).
Dalam upaya penanganan sampah sungai itu, DPUPKP Bantul diketahui mengerahkan satuan tugas irigasi. Kemudian juga turut dibantu oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul dalam pengangkutan sampah yang sudah diangkat dari sungai. Untuk kemudian dibawa ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.
Pantauan Radar Jogja di bendungan Sungai Winongo yang terletak Jalan Bantul, Nyemengan, Tirtonirmolo, Kasihan. Lokasi tersebut memang penuh dengan sampah namun sebagian disingkirkan agar tidak menumpuk di bendungan. Jenis sampahnya pun beragam. Mulai dari sampah ranting pohon, bambu, plastik, hingga styrofoam. "Sampah memang terlihat banyak menyangkut di bendungan sungai saat datang curah hujan,” ujarnya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut kalau menjaga ketersediaan air memang menjadi faktor penting. Terlebih lagi untuk menggenjot sektor pertanian. Karena hal itu, ia pun menghimbau agar masyarakat bisa turut menjaga kebersihan saluran irigasi. Yakni dengan tidak membuang sampah secara sembarangan di sungai.
Dikatakan Halim, pihaknya sendiri memang telah menetapkan sektor pertanian sebagai sektor unggulan selain sektor pariwisata dan industri kreatif. Sebab diketahui produksi sektor pertanian di Bantul memang tergolong melimpah dan bahkan beberapa komoditas juga telah surplus.
"Memberdayakan masyarakat tentang irigasi yang bersih yang sesuai dengan visi misi Bantul tentang Bantul bersih dari Sampah. Sehingga kami harapkan masyarakat bisa membuang sampah pada tempatnya,” katanya. (inu/bah) Editor : Editor Content