Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jogo X Jogo Tumbuhkan Wisata di Notoprajan

Editor Content • Jumat, 28 Oktober 2022 | 17:31 WIB
CERIA: Penari menampilkan Tari Angin-angin dalam upacara adat Jogo X Jogo di Kampung Serangan, Kelurahan Notoprajan, Kecamatan Ngampilan, Kota Jogja, kemarin (27/10). (Guntur Aga/Radar Jogja)
CERIA: Penari menampilkan Tari Angin-angin dalam upacara adat Jogo X Jogo di Kampung Serangan, Kelurahan Notoprajan, Kecamatan Ngampilan, Kota Jogja, kemarin (27/10). (Guntur Aga/Radar Jogja)
RADAR JOGJA – Kelurahan Notoprajan gelar Upacara Adat Jogo X Jogo. Giat keempat upacara yang digelar tahunan ini dilaksanakan guna gali potensi budaya. Berkolaborasi dengan ekonomi, upacara diharap dapat tumbuhkan kepariwisataan di Notoprajan.

Ketua Rintisan Kelurahan Budaya Notoprajan Casnugi menjelaskan, Upacara Adat Jogo X Jogo merupakan upaya untuk pengembangan budaya di Notoprajan. “Kami bersyukur Notoprajan sudah menjadi Rintisan Kelurahan Budaya dengan rangking pertama. Insyaallah tiap tahun akan kami selenggarakan,” ujarnya pada Radar Jogja kemarin (27/10).

Casnugi kemudian membeberkan, Upacara Adat Jogo X Jogo sekaligus merupakan pengingat bagi warga. Untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kelestarian Kali Winongo. “Agar airnya bersih dan lingkungannya bersih. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan wisata yang akan berdampak pada pengembangan ekonomi,” cetusnya.

Casnugi pun mengapresiasi geliat pemuda Notoprajan yang turut ambil peran. Mereka membuka angkringan yang mewadahi olahan kuliner warga. Sinergi ini, diharapkan pria 60 tahun itu semakin menumbuhkan kepariwisataan di wilayahnya. “Selain membuka angkringan, pemuda juga sekaligus bisa memberi pengetahuan tentang cagar budaya di Notoprajan,” lontarnya.

Untuk diketahui, terdapat beberapa situs di Notoprajan. Mulai dari Ndalem Tejokusuman, Ndalem Notoprajan, eks Stasiun Ngabean, dan eks Kantor Balai Kota Jogja. Keberadaan situs diharapkan pula dapat menarik wisatan. “Jadi melalui budaya menumbuhkan pariwisata untuk masyarakat yang sejahtera,” cetusnya.

Kabid Adat Tradisi Lembaga Budaya dan Seni Kundha Kabudayan Kota Jogja Tri Sodya Atmi mengapresiasi semangat warga Kelurahan Notoprajan. Dia mengharapkan kelurahan ini dapat segera menyandang status Kelurahan Budaya. “Sehingga bisa menambah kekayaan budaya di Kota Jogja,” sebutnya.

Tri pun mengharapkan, sinergi warga Notoprajan dalam melestarikan budaya dapat jadi embrio tumbuhnya pariwisata. Sehingga kelurahan dapat menjadi bagian penyampai informasi budaya. Sekaligus pula, mendatangkan pariwisata yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi. “Upacara Adat Jogo X Jogo ini semoga bisa mendatangkan wisatawan yang jadi jalan pemberdayaan ekonomi,” tandasnya. (fat/bah) Editor : Editor Content
#gelar Upacara Adat #Notoprajan