Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Angkat Mitos Rebo Wekasan, Inang Raup 800 Ribu Penonton dalam Delapan Hari

Editor Content • Minggu, 23 Oktober 2022 | 19:18 WIB
MAKNA TERSEMBUNYI: Para pemeran dan sutradara Inang saat berdiskusi dengan pengemarnya di Pendopo Lawas, Alun-Alun Utara Jogja, pada Sabtu 22 Oktober 2022, malam. (IWA IKHWANUDIN/RADAR JOGJA)
MAKNA TERSEMBUNYI: Para pemeran dan sutradara Inang saat berdiskusi dengan pengemarnya di Pendopo Lawas, Alun-Alun Utara Jogja, pada Sabtu 22 Oktober 2022, malam. (IWA IKHWANUDIN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Pemutaran film bergenre psychological thriller berjudul Inang berhasil membuat gebrakan yang luar biasa. Hanya dalam waktu delapan hari pemutaran di bioskop seluruh Indonesia, berhasil menarik sekitar 800 ribu penonton.Demikian dikatakan oleh Sutradara Inang, Fajar Nugros. ‘’Seneng melihat antusiasme penonton yang luar biasa tersebut. Inang merupakan film horor yang kali pertama saya buat. Inang tidak ingin menjual jump scare adegan berdarah-darah dan hantu semata. Ada makna tersembunyi yang ingin disampaikan dalam Inang, yakni tentang bagaimana masyarakat memandang perempuan,’’ ujar alumnus SMA Muhammadiyah 1 Jogja ini.

Dia mengungkapkan fakta tersebut saat berjumpa dengan ratusan penggemar cast Inang di Pendopo Lawas Alun-Alun Utara, Sabtu (22/10/2022) malam. Berbagai cerita terungkap tentang film yang melibatkan aktor gaek Pritt Timothy ini.

Dikatakan Nugros, Inang bermakna induk. Dia ingin mengungkap bahwa Inang tidak hanya menawarkan hal-hal mengerikan saja. Namun ada makna di dalamnya. Yakni mengajak kita peduli pada perempuan. ‘’Saya juga ingin melihat anak muda sekarang masih menganggap mitos atau tidak tentang ritual Rebo Wekasan (orang yang lahir pada hari buruk yang dipercaya selalu mendatangkan kesialan). Rebo Wekasan merupakan Rabu terakhir di Bulan Sapar dalam Kalender Jawa. Ada kepercayaan, akan banyak petaka terjadi. Sehingga disebut dengan hari sial,” ungkapnya.

Nugros mengaku, dulu dia masih mengalami dawuh (perintah) dari Sultan (Sri Sultan Hamengku Buwono X, Raja Keraton Yogyakarta) untuk nyayur (memasak) lodeh untuk menolak bala. ‘’Nah, saya ingin respons, apakah anak-anak milenial dan gen Z masih percaya hal-hal seperti itu,” papar Nugros.

Perempuan tidak harus menjadi wanita yang selalu lemah dan hanya mampu membalas ketidakadilan yang menimpa mereka saat telah mati. Stereotype film horor tanah air yang selalu menjadikan perempuan sebagai hantu dahulu, baru bisa mendapatkan keadilan, tidak berlaku dalam film Inang.

‘’Dalam film ini, Wulan (Naysila Mirdad) mencoba memberontak dan melakukan perlawanan saat dia masih hidup dengan kekuataannya. Bukan saat sudah meninggal. Naysila cocok untuk membintangi film Inang ini karena sudah punya pengalaman yang teraniaya,” tandas Nugros.

Sedangkan Naysilla Mirdad yang berperan sebagai Wulan mengakui film horor Inang menjadi pengalaman pertamanya yang tak terlupakan. Dia mengaku sebagai orang yang penakut. Sama halnya dengan Dimas Anggara (Bergas) sang partner di film.

“Seru banget. Kami, di lokasi, sama-sama penakut semua. Termasuk Dimas dan Nugros. Ini genre yang baru untukku. Kami bareng-bareng terus di set. Seru,” ungkap Nay, sapaan Naysilla Mirdad, yang bermain bersama sang ibu, Lidya Kandou dalam Inang.

Naysila menambahkan, dalam film ini dia bisa belajar mengumpat. Hal yang tak pernah dilakukannya di banyak sinetron yang dibintanginya. Berperan sebagai perempuan yang tengah mengandung, Nay pun harus belajar banyak hal. Termasuk gestur dan cara jalan perempuan hamil. “Di film ini akhirnya belajar ngomong (umpatan),” papar Nay.

Sementara Pritt Timothy, pemeran Pak Ageng menambahkan, sebagai Wong Jowo dirinya sangat ngugemi (percaya) pada kebudayaan. "Saya sangat menghormati budaya, budaya Jawa khususnya, dan saya berusaha sebisa mungkin menjaga dan melestarikan dengan cara saya. Tuhan juga memberkahi dalam hal itu," terang Pritt.

Inang menceritakan kisah Wulan yang diperankan Naysila Mirdad, perempuan hamil yang harus berjuang melawan kekuatan jahat yang ingin mengambil alih kehidupan bayinya dalam mitos Rebo Wekasan.

Film Inang atau yang berjudul internasional The Womb telah mewakili Indonesia di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) di Korea Selatan. BIFAN merupakan festival film terbesar dan bergengsi di Asia yang berfokus memberikan penghargaan pada film-film bergenre horror, thriller, laga, fiksi ilmiah, dan komedi. (*/iwa) Editor : Editor Content
#Filem #alun alun utara #SMA MUHAMMADIYAH 1 #psychological thriller #Pendopo Lawas