Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berbahan Dasar Air, Membuat Lapisan Kutek Berpori

Editor Content • Sabtu, 22 Oktober 2022 | 14:15 WIB
DOKUMENTASI Dianisa Isnaini
DOKUMENTASI Dianisa Isnaini
 

RADAR JOGJA - Bahan dasar kutek untuk halal nail art adalah air. Membuat kutek memiliki lapisan berpori. Dapat membuat air wudu meresap dan menyentuh dasar kuku. Sehingga wudu bisa dinyatakan sah sebagai syarat salat.

"Ketika kita menggunakan nail art, permukaan kuku akan tertutupi dengan kutek," ungkap Dianisa Isnaini, pemilik bisnis Wedding Henna dan Dianisa Nail Art kepada Radar Jogja kemarin (21/10).

Dian mengatakan, nail art adalah seni menghias kuku menggunakan kutek dan berbagai aksesoris lainnya. Tujuannya sendiri untuk memperindah tampilan kuku wanita dengan maksud mendukung penampilan.

Di Indonesia sendiri, tren nail art merebak seiring dengan berkembangnya berbagai platform media sosial. Karena para pecinta fashion yang mengunggah karya nail art sehingga viral, lalu diminati banyak orang.

Sedangkan kemunculan produk kutek halal, Dian menilai, karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Hal inilah yang mendorong brand lokal maupun luar untuk menciptakan produk yang aman digunakan oleh wanita muslim.

Menurutnya, produk kutek halal memang biasanya berasal dari bahan-bahan yang aman dan juga diproduksi dengan standar kehalalan sebuah produk. Hal itu didasari oleh fatwa halal yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Agar kemudian bisa digunakan oleh wanita muslim sebagai salah satu alat mempercantik diri. “Namun tetap aman untuk beribadah,” ungkapnya.

Meski demikian, produk kutek halal yang ada di pasaran tetap kalah jauh dengan yang non-halal (belum bersertifikat). Lantaran produk non-halal lebih bervariatif, karena memiliki beragam pilihan. “Untuk saya pribadi, tentu saja akan selalu mengusahakan produk yang digunakan berasal dari bahan-bahan halal yang aman untuk digunakan. Mengingat konsumen yang datang pada saya mayoritas beragama muslim," beber Dian. (inu/eno) Editor : Editor Content
#Jogja