Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ungkapan Keprihatinan Insiden Kanjuruhan

Editor Content • Rabu, 12 Oktober 2022 | 14:25 WIB
PADATI ZONA 1: Para pengunjung memadati kawasan Candi Borobudur, kebanyakan berasal dari kalangan pelajar. Meski batal, mereka masih belum diperbolehkan naik ke struktur candi. (Naila Nihayah/Radar Jogja)
PADATI ZONA 1: Para pengunjung memadati kawasan Candi Borobudur, kebanyakan berasal dari kalangan pelajar. Meski batal, mereka masih belum diperbolehkan naik ke struktur candi. (Naila Nihayah/Radar Jogja)
RADAR JOGJA - Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) memberikan komentar soal insiden penyegelan kantor yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal pada Minggu (9/10) tengah malam hingga Senin (10/10) dini hari.
Ketua Umum Asprov PSSI DIJ Ahmad Syauqi Soeratno mengatakan, pihaknya memahami peristiwa penempelan pamflet dan spanduk tersebut merupakan ungkapan keprihatinan oleh insan sepak bola di Jogjakarta terhadap insiden di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober lalu yang menelan ratusan korban. “Penempelan pamflet dan spanduk itu sekaligus semangat untuk melihat perubahan yang lebih baik di persepakbolaan Indonesia. Hanya saja ekspresi kecintaan itu yang sebaiknya disalurkan dengan cara yang tepat,” kata Syauqi kepada wartawan, kemarin (11/10).
Menurutnya, selama ini Asprov PSSI DIJ selalu membuka diri untuk berdiskusi dengan segala komunitas football family di DIJ.Pihaknya selalu membuka diri untuk bertemu dan berdiskusi dengan siapapun, khususnya bagi para anggotanya. “Dengan didasari niat tulus untuk kebaikan dan kemajuan sepak bola Indonesia,” tegasnya.
Syauqi memilih untuk berprasangka baik. Bahwa kelompok yang menyegel tersebut merupakan kumpulan yang cinta dengan sepak bola Tanah Air dan berekspresi dengan caranya. “Kami juga terbuka dan kalau memang mau, ayo atur waktu untuk bicara dan cari solusi," ajaknya.
Sebelumnya, kantor Asprov PSSI DIJ disegel oleh beberapa orang yang bergerak dalam aksi solidaritas untuk Kanjuruhan, pada Senin (10/10) dinihari. Segel berupa spanduk dan pemflet itu terpasang di pintu kantor sebelah utara. Beberapa orang tersebut menuntut Asprov PSSI DIJ untuk bersikap terkait tragedi kemanusiaan di Kanjuruhan, Malang tersebut. Beberapa tuntutan dan aspirasi disampaikan dalam selembar kertas yang juga sekaligus menyegel pintu depan kantor tersebut.
Dalam pernyataan yang tertuang dalam segel, mereka menyuarakan beberapa aspirasi yakni menuntut Asprov PSSI DIJ untuk bersikap terkait tragedi Kanjuruhan dan berperan aktif dalam mengawal kasus tersebut. Mereka juga menuntut adanya revolusi PSSI, menuntut Asprov DIJ dalam pengambilan keputusan, dan menghilangkan kepentingan politik praktis jika terjadi KLB karena Asprov merupakan representasi pecinta sepakbola DIJ. Apabila segel tersebut dibuka, berarti Asprov PSSI DIJ telah menyetujui tuntutan dan berkomitmen mengawal tuntutan.
Pada Selasa (11/10) kemarin, segel sudah dilepas dari pintu sebelah utara kantor Asprov PSSI DIJ. Asprov PSSI DIJ telah melakukan sejumlah langkah usai kejadian Kanjuruhan. Sikap Asprov PSSI DIJ terhadap kejadian di Kanjuruhan juga sudah jelas, yakni meminta keseriusan setiap pihak terkait untuk mengambil pelajaran terbaik dari kejadian tersebut.Pernyataan itu disampakan pada2 Oktober lalu, di mana Asprov PSSI DIJ juga secara resmi menyampaikan duka cita dan mendoakan para korban.
Pada 4 Oktober, Asprov DIJ menghadiri undangan acara doa bersama seluruh suporter sepak bola se- Jateng & DIJ di kawasan Stadion Mandala Krida, dengan memberikan dukungan bagi para korban dan mendorong terjalinnya kebersamaan dan perdamaian di antara kelompok suporter yang ada.
Kemudian pada 7 Oktober, Asprov DIJ mengadakan acara doa bersama dengan maksud selain untuk mendoakan para korban, juga mendoakan persepakbolaan Indonesia segera keluar dari persoalan ini. “Serta mengambil pelajaran terbaik untuk memperbaiki kinerja persepakbolaan khususnya di wilayah DIJ,” ucap Syauqi. (cr5/din) Editor : Editor Content
#Asprov PSSI DIJ