Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

UGM Bantah Tuduhan Ijazah Jokowi Palsu

Editor News • Rabu, 12 Oktober 2022 | 01:27 WIB
BANTAH : Rektor UGM Ova Emilia bantah tuduhan Tifauziah Tyasumma tentang ijazah Jokowi palsu. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
BANTAH : Rektor UGM Ova Emilia bantah tuduhan Tifauziah Tyasumma tentang ijazah Jokowi palsu. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - UGM Jogjakarta bantah pernyataan Tifauziah Tyasumma tentang ijazah S1 Presiden Joko Widodo. Dalam unggahan media sosial miliknya, Tifauziah menuturkan ijazah Jokowi tidaklah asli. Salah satunya karena ada perbedaan karakter tulisan ijazah.

Rektor UGM Ova Emilia tegaskan bahwa ijazah Jokowi asli. Ini berdasarkan investigasi dan dokumentasi milik Fakultas Kehutanan. Tercatat bahwa Jokowi angkatan 1980 dan Lilis 1985.

"Atas data dari informasi yang kami miliki dan terdokumentasi dengan baik, kami meyakini mengenai keaslian ijazah sarjana S1 Ir. Joko Widodo dan yang bersangkutan benar-benar lulusan Fakultas Kehutanan UGM," tegasnya ditemui di Fortakgama UGM Jogjakarta, Selasa (11/10).

Dalam kesempatan ini tim UGM menerbitkan tiga pertanyaan. Pertama Jokowi adalah alumni prodi S1 di Fakultas Kehutanan di UGM angkatan tahun 1980. Kedua Jokowi dinyatakan lulus dari UGM 1985 sesuai ketentuan dan bukti kelulusan berdasarkan dokumen UGM.

Pernyataan ketiga adalah ijazah dari Jokowi adalah asli. Pernyataan ini berdasarkan dokumen arsip milik UGM. Dalam arsip alumni, Jokowi bergelar Insinyur sarjana S1 dari Fakultas Kehutanan UGM.

Ova membantah bahwa UGM risih. Langkah ini merupakan wujud pembuktian atas tuduhan yang diberikan. Termasuk menjawab pertanyaan publik tentang keabsahan dan keaslian ijazah yang dimiliki Jokowi.

"Sebetulnya bukan kerisihan ya tetapi tanggungjawab kami juga untuk memberikan klarifikasi kepada publik. Jadi artinya bukan karena yang dipertanyaan adalah orang nomor satu," katanya.

Klarifikasi, lanjutnya, bersifat terbuka. Dalam artian semua lulusan UGM atau pihak yang bertanya bisa berkomunikasi kepada UGM. Untuk mengklarifikasi tentang keabsahan dan keaslian ijazah.

"Misalnya ada alumni yang ingin diverfiikasi ya kami juga akan melakukan langkah verifikasi sesuai dengan proporsinya," ujarnya.

Ova menegaskan klarifikasi UGM adalah tindakan wajar. Skema yang sama juga berlaku untuk lulusan UGM lainnya. Terutama terkait syarat sebuah pekerjaan atau administrasi lainnya.

"Sekarang misalnya alumni yang bekerja di suatu tempat kemudian kita verifikasi betul enggak ini lulusan ini. Jadi saya kira itu adalah suatu langkah wajib dari institusi untuk memberikan klarifikasi kepada publik," katanya.

Tentang tuduhan ada dua nama Jokowi, Ova mempersilakan Tifauziah klarifikasi secara langsung. Untuk saat ini pihaknya belum mendalami secara langsung.

Untuk mengajukan klarifikasi bisa secara resmi. Hingga melacak tentang tuduhan adanya dua nama Jokowi di tahun kelulusan yang sama. Dia juga menjawab tentang kecurigaan anatomi tubuh Jokowi.

"Itu kami malah belum pernah dengar ya, sekarang aja dosen kita yang namanya Jokowi, Dekan Fakultas Pertanian. Apabila memang perlu klarifikasi tentunya yang berasumsi atau menyatakan seperti itu dapat mempertanyakan secara resmi ke UGM. Kalau anatomi, nanti ditanyakan pada ahli anatomi aja ya," ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News
#Fakultas Kehutanan UGM #Tifauziah Tyasumma #ijazah jokowi #UGM Jogjakarta