Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sudah Diperingatkan Karyawan Hotel agar Tidak Nekat

Editor Content • Senin, 10 Oktober 2022 | 15:22 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Tegar Sinar Ramadan (TSR), mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fisipol, Universitas Gadjah Mada (UGM) yang meloncat dari lantai 11 Hotel Porta Ambarrukmo Jogjakarta dimakamkan di Kendal, Jawa Tengah, kemarin (9/10). Jenazah dijemput keluarganya di Rumah Sakit Bhayangkara Sabtu malam (8/10). TSR bunuh diri, diduga depresi karena kondisi mental.

“Semalam ibunya datang, kemudian menjemput jenazah di rumah sakit (Bhayangkara, Red). Malam itu juga (jenazah, Red), di bawa ke Kendal untuk dimakamkan,” terang Kapolsek Bulaksumur Kompol Sumanto saat dihubungi kemarin (8/10).

Kapolsek menyampaikan, berdasarkan keterangan dari ibu TSR, belakangan yang bersangkutan (TSR) memiliki permasalahan mental. Cemas terhadap kondisi anaknya, 17 hari sebelum kejadian, ibu TSR sempat berkunjung ke Jogja. Selama 10 hari menemani buah hatinya.
Karena saat itu kondisi TSR membaik, ibunya lalu pulang ke rumah domisili di Jakarta.

Mendapatkan firasat buruk terhadap anaknya, Sabtu pagi ibunya kembali ke Jogja. “Dicari di kontrakan nggak ada, sekitar pukul 12.00 mengalami putus kontak. HP mati hingga sekitar pukul 15.00 keluarga mendapat kabar anaknya meninggal dunia,” urainya.

Berdasarkan keterangan saksi, salah seorang karyawan hotel mengatakan, TSR datang ke hotel sebagai tamu. Pada saat di lantai 11, karyawan sudah memperingatkan agar tak berbuat nekat. Namun, teguran itu tidak diindahkan. Hingga TSR nekat bunuh diri. Dibeberkan, TSR laki-laki berusia 18 tahun dan mahasiswa semester satu di UGM.

Awalnya, Polsek Bulaksumur mendapatkan laporan warga adanya insiden bunuh diri. Kemudiaan, jajarannya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Pada saat melakukan pengecekan di lantai 11, ditemukan tas korban. “Kami cek, ada KTP, kartu mahasiswa UGM dan surat keterangan psikolog yang diterbitkan RS JIH,” ujarnya.

Pada surat keterangan psikolog yang diterbitkan 30 September 2022 tertulis, YTS mengalami problem psikologi yang menyebabkan terganggunya fungsi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari secara optimal. Yang bersangkutan butuh pemulihan untuk menstabilkan kondisinya.
Surat yang ditandatangani psikolog Melina Dian Kusuma Dewi ini meminta pihak terkait agar dapat memberikan dispensasi dan kebijakan mendukung intervensi psikologis yang bersangkutan.

Terpisah, Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Dina W Kariodimedjo mewakili keluarga besar UGM menyampaikan bela sungkawa atas kejadian itu. Ia membenarkan TSR adalah mahasiswa UGM dari fakultas ilmu sosial dan politik. “Untuk selanjutnya, terkait motif dan lain-lain, sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Rektor UGM Prof Ova Emilia mengatakan, layanan konsultasi psikologis sudah ada di fakultas. Bahkan terdapat duta mahasiswa yang menangkap masalah kesehatan mental mahasiswa. “Ini kaitannya dengan usaha Health Promoting Ujiversity sejak 2019,” sebutnya.

Dia pun berpesan kepada mahasiwa, bila ada masalah jangan dipendam sendiri. Harus ada outlet untuk mencari jalan keluar. “Siapa orang yang tepat untuk mendengar, tentu masing-masing berbeda, tergantung kedekatannya. Misal orang tua, saudara, teman dekat atau bisa juga menggunakan layanan psikologi di kampus,” bebernya. (mel/laz) Editor : Editor Content
#UGM #Tegar Sinar Ramadan