RADAR JOGJA - Menparekraf Sandiaga Uno mendukung sentilan Presiden Joko Widodo kepada sejumlah pejabat negara. Tepatnya atas aksi berlibur ke luar negeri daripada di Indonesia. Kondisi ini tentu tak mencerminkan keberpihakan pejabat terhadap pelaku ekonomi di Indonesia.
Menurutnya, pejabat haruslah mendukung potensi wisata di Indonesia. Caranya dengan memilih berlibur di sejumlah destinasi wisata nusantara. Sandiaga memastikan keindahan wisata di Indonesia tidaklah kalah dengan luar negeri.
"Nah itu dong, itu saya apresiasi luar biasa yang disampaikan oleh Pak Presiden dan itu beliau menyampaikannya dengan sedikit gemes gitu ya," jelasnya ditemui di Glamping Resort Sleman, Sabtu (1/10).
Menurutnya, sudah sewajarnya Presiden Jokowi gregetan. Ini karena pemerintah terus melakukan upaya promosi potensi wisata di Indonesia. Alih-alih mendukung justru memilih destinasi wisata luar negeri.
Berlibur keluar negeri, menurutnya, tidak sepenuhnya salah. Hanya saja dia meminta para pejabat negara berempati. Terutama atas kondisi perekonomian di Indonesia saat ini.
"Kok ada disaat-saat sekarang ini kita menghadapi inflasi, harga-harga yang meningkat, terus juga potensi resesi, susah mencari lapangan pekerjaan, kok kita enggak mendukung wisata di Indonesia saja. Ini saya selalu pakai (baju) #DiIndonesiaAja," katanya.
Sandiaga membeberkan bahwa aktivitas wisata di Indonesia terus membaik. Tercatat akumulasi kunjungan tahun ini mencapai 600 juta dari target 550 juta. Target 2023 meningkat jadi 1,4 Miliar kunjungan wisatawan.
Untuk mewujudkan ini, pihaknya melakukan sejumlah optimalisasi. Terutama peningkatan sarana dan prasarana di setiap destinasi wisata. Baik dari segi daya tarik wisata maupun juga even dan produk-produk ekonomi kreatifnya.
"Mari kita sambut teguran dari Pak Presiden ini dengan bekerja lebih keras lagi. Saya yakin yang disentil itu semua terasa. Saya sangat mengapresiasi sentilan dari bapak presiden dan ini mudah-mudahan bisa membangunkan kita semua," ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News