Owner Retro Classic Cycles sekaligus inisiator Kustomfest Lulut Wahyudi menuturkan sejarah terciptanya Candradimuka. Berawal dari tantangan Menteri BUMN Erick Thohir saat bertemu di Yogyakarta International Airport beberapa bulan lalu. Berupa menciptakan motor kustom listrik.
"Ini jawaban waktu pak Erick Thohir menantang saya talkhow di bandara baru (Yogyakarta International Airport). Kalau bisa sih modif bukan yang bahan bakar fosil tapi high tech motor listrik. Kita pelajari itu," jelasnya ditemui di Pendopo Royal Ambarrukmo Jogjakarta, Jumat (30/9).
Setelah melalui perdebatan yang cukup panjang terciptalah Chopper Electric Bike. Kendaraan listrik ini ditenagai motor drive Mid Drive V3 serta baterai 72V 24AH Dual. Untuk sekali jalan mampu menempuh jarak sejauh 200 kilometer.
Konsep dari kendaraan listrik ini adalah Chopper Frisco. Merupakan ciri khas tersendiri dari bengkel Retro Classic Cycles. Bedanya yang biasanya menggunakan mesin besar berganti elektrik.
"Pelajari motor listrik awalnya hanya angin lalu, dicombine baru bisa tentukan rasio berapa, atau mau buat kendaraan spek apa baru dinamo, motor, kontroler kita cari. Kita bikin Chopper dulu lalu cari motor kontroler terakhir omongin baterai," katanya.
Proses pengerjaan motor kustom elektrik ini hingga 1,5 bulan. Dimulai dengan konsep hingga ujicoba beberapa part elektriknya. Proses coba dan gagal terus terjadi selama pembuatan motor kustom ini.
Kesulitan utama, lanjutnya, adalah tenaga atau baterai. Harus ada tempat khusus berukuran cukup besar. Hingga akhirnya ditempatkan dibawah tangki sepeda motor.
"Kesulitannya ya ada, tetapi setelah itu enggak ada yang enggak bisa dipelajari, ini spirit positif. Kalau kami bisa modif motor listrik saya yakin banyak bengkel motor Kustom di Indonesia bisa," ujarnya.
Uniknya Candradimuka adalah hadiah kepada penonton yang beruntung. Tepatnya berdasarkan undian tiket kunjungan ke Kustomfest 2022. Perhelatan ini sendiri berlangsung di Jogja Expo Center dari 1 hingga 2 Oktober 2022.
“Pengunjung yang membeli tiket Kustomfest 2022 ini bisa mendapatkan kesempatan membawa pulang motor ini dan menjadi sejarah lahirnya motor chopper bertenaga listrik karya RCC," kata Lulut.
Terkait pemilih nama, Lulut menceritakan secara detil. Berawal dari pertemuannya dengan seorang pelukis grafis bernama Titah. Dia menyampaikan keinginannya tentang motif api.
Setelah melalui penantian panjang akhirnya terpilih wujud api. Melambangkan semangat dalam kehidupan sehari-hari. Lebih terperinci hingga akhirnya terpilih api dari kawah gunung berapi.
"Mas Titah ini gambar manual pakai tangan. Semalam mikir sampai mau tidur, apa kawah yang berkobar dan dunia kustom enggak pernah habis. Kawah yang membakar semua Pandawa jadi ksatria adalah candradimuka lalu saya kasih nama Candradimuka," ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News