Pemilik Rumah Kaktus Magelang Novita Nila menyebut, tidak semua jenis tanaman bisa diletakkan di dalam rumah. Terutama tanaman yang bisa digunakan untuk menyaring udara. Seperti sansivera atau lidah mertua, dan kaktus. Dua tanaman itu, dinilai memiliki tingkatan yang bagus untuk menyaring udara.
Namun, tanaman jenis lain juga bisa digunakan untuk menjadi hiasan di dalam rumah. Seperti jenis sirih-sirihan. Khususnya epipremnum aureum atau sirih gading, maupun sirih manjula. “Karena selain untuk membersihkan udara dan menyerap radiasi, tampilan tanaman juga terbilang bagus. Corak daunnya pun bagus,” ujarnya kemarin (23/9).
Sebenarnya, kata dia, pilihan tanaman untuk menghias dalam rumah juga banyak. Seperti bambu hoki yang biasanya kerap dipakai oleh orang China. Bahkan, ada peningkatan penjualan tanaman jenis itu saat mendekati Imlek, Natal, dan tahun baru. Ada juga tanaman kastuba dengan daun berwarna merah.
Untuk nilai keestetikannya, tanaman yang cenderung besar kurang disukai. Apalagi harus membutuhkan perawatan lebih. Nila menyebut, kebanyakan orang memang lebih memilih tanaman dengan ukuran kecil dibanding besar. “Selama ini, yang paling banyak dicari orang hanya jenis tanaman kecil, seperti kaktus, sansivera, bambu hoki, dan sirih-sirihan,” rincinya.
Dia menuturkan, tanaman indoor juga harus dikeluarkan. Minimal sekali, dalam kurun waktu 3-4 hari. Khususnya saat pagi hari. Bisa juga tanaman tersebut diletakkan di dekat jendela dan dibuka. Untuk mendapat sirkulasi udara dan asupan cahaya matahari. Tidak perlu lama-lama, cukup setengah jam.
Untuk tanaman bambu hoki yang memang menggunakan air, cukup menggantinya agar tidak kotor. Empat atau seminggu sekali. “Kalau kaktus, bisa menyiramnya seminggu sekali saat mengeluarkannya di luar rumah,” kata Nila. (aya/eno) Editor : Editor Content