Kondisi alam yang eksotis didukung dengan beragam fasilitas yang ditawarkan cukup lengkap. Di antaranya camping ground, flying fox, paintball, terapi ikan, naik kanoe, hingga archery.
Business Development Manager Ledok Sambi, Adrian Adhya Hermanu mengatakan keberadaan tempat yang cocok untuk berkumpul dengan keluarga dan sahabat itu sudah diinisiasi sejak 2003. "Ledok sambi awalnya dibuka 2003 tapi dulu sebagai outbound sama camping ground, provider gitu. Jadi kami mengawali sekitar 2003 official 2004," jelasnya Jumat (16/9).
Konsistensi Ledok Sambi diuji dengan adanya pandemi Covid-19 sehingga mulai berinovasi. Salah satunya dengan membuka warung kedai kopi. Harapannya pengunjung dapat ngopi sambil bersantai dengan pemandangan asri dan udara sejuk. Menariknya, masuk Ledok Sambi tidak dikenakan biaya."Tempat buat semua orang, kalau dibandingkan wisata lain, kami salah satu yang gak ada tiket masuk. Kita gak memaksa jajan, mau datang bayar parkir terus main di sungai aja gak papa kok. Kalau datang jalan ya langsung bisa turun sungai gak ada yang ngelarang," jelasnya.
Kunjungan wisata di Ledok Sambil cukup ramai. Terlebih saat akhir pekan sehingga bagi pengunjung yang akan bermalam dan camping dapat melakukan reservasi terlebih dahulu. Fasilitas tenda juga telah disiapkan apabila tidak mau repot."Awalnya masuk gratis ya udah terusin aja, core values kami di situ," imbuhnya.
Ledok Sambi dibuka setiap hari mulai pukul 09.00-16.30 kecuali bagi pengunjung camping dan gathering dengan reservasi. Flying fox, terapi ikan, naik kanoe, dan archery tersedia setiap hari tanpa reservasi. Sedangkan paintball tersedia saat hari libur dan akhir pekan. Namun hari biasa dilayani dengan reservasi terlebih dahulu.
Adapun camping di Ledok Sambi ada beberapa paket yang ditawarkan yakni paket tenda kecil, tenda sedang, dan tenda besar. Selain itu juga bisa membawa tenda sendiri. (lan/pra) Editor : Editor Content