HB X meminta agar tragedi 2020 terulang. Kala itu aksi unjuk rasa berujung bentrok. Tepatnya didepan kantor DPRD DIJ. Mengakibatkan salah satu kafe di selatan DPRD DIJ terbakar.
"Yang penting jangan anarkis saja. Apa yang diharapkan oleh para demonstran itu, bagaimana kita bisa melanjutkan saja untuk kita sampaikan ke pemerintah pusat," jelasnya, Kamis (15/9).
Raja Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menuturkan kenaikan BBM adalah kebijakan pemerintah pusat. Pihaknya tak memiliki wewenang untuk menurunkan harga. Hanya saja bisa meneruskan aspirasi ke pemerintah pusat.
Dia tak mempermasalahkan adanya aksi unjuk rasa. Selama berlangsung dengan damai dan tertib. Selain itu juga tidak anarkis dan mengganggu ketertiban umum.
"Sah-sah saja di negara demokrasi. Saya kira BBM kan sudah keputusan pemerintah ya, enggak setuju dan sebagainya kan demokratis saja, boleh saja," katanya.
Untuk pengamanan, Polresta Jogja akan menurunkan 250 personel. Fokusnya melakukan penjagaan di titik konsentrasi massa. Terutama di DPRD DIJ dan depan pasar Beringharjo.
"Terkait dengan pengamanan hari inibmenyiapkan 250 personie untuk mengamankan aksi unjuk rasa. Imbau unjuk rasa dengan tertib aman, santun, tetap menjaga kondusivitas Jogjakarta," ujar Kasi Humas Polresta Jogja AKP Timbul Sasana Raharjo. (Dwi) Editor : Editor News