Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tarif BBM Naik, Dishub DIJ Kurangi Jam Operasional Trans Jogja

Editor News • Selasa, 6 September 2022 | 23:11 WIB
KENA IMBAS : Bus Trans Jogja saat melintas Halte Malioboro, Selasa siang (6/9). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
KENA IMBAS : Bus Trans Jogja saat melintas Halte Malioboro, Selasa siang (6/9). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Kepala Dinas Perhubungan DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti akui kenaikan harga BBM berdampak. Salah satunya adalah pengurangan jam operasional bus Trans Jogja. Langkah ini untuk menekan biaya operasional khususnya penggunaan BBM.

Made menuturkan kebijakan ini telah melalui kajian matang. Pertimbangannya adalah tidak adanya penambahan subsidi operasional. Selain itu pihaknya juga tidak menaikan tarif Trans Jogja.

"Kalau untuk tarif sendiri tidak naik, tapi pembatasan jam operasional. Kami kurangi jamnya untuk lebih mengatur biaya operasional harian," jelasnya ditemui di Ringroad Blok- O Banguntapan, Bantul, Selasa (6/9).

Made memastikan seluruh rute tetap dilayani. Hanya saja untuk rute-rute tertentu ada penyesuaian jam operasional. Berupa pengurangan jam untuk rute yang relatif sepi penumpang.

Dengan berkurangnya jam operasional, harapannya pelayanan tetap optimal. Terutama rute yang padat penumpang. Sehingga tidak ada keterlambatan pemberangkatan penumpang.

"Kalau kayak Malioboro itu tidak kami kurangi karena memang ramai rutenya. Jadi rute-rute tertentu saja. Misalkan yang antara jam 10.00 sampai jam 11.00 sepi," katanya.

Total Trans Jogja melayani 17 rute di seluruh Jogjakarta. Fokus utamanya adalah kawasan perkotaan. Moda transportasi publik ini menjadi pilihan terutama para pelajar di Kota Jogja.

Untuk saat ini, Made memastikan tarif bertahan. Untuk single trip Rp. 3.500.-, berlangganan Rp. 2.700.-, dan pelajar Rp. 1.200,-. Penyesuaian hanya sebatas pelayanan jam operasional.

"Sebenarnya dari 17 rute jalur yang kami kelola, memang ada jalur yang ramai sekali, tapi adapula yang sepi. Intinya pelayanan tetap berjalan karena ini transportasi publik," ujarnya.

Disatu sisi, Made mendorong agar masyarakat mulai beralih ke tranportasi publik. Ini sebagai solusi berhemat konsumsi BBM. Tak hanya untuk personal tapi juga angka konsumsi secara nasional.

"Penggunaan transportasi publik juga menekan volume kendaraan di jalan raya. Kalau tersendat, macet, angka konsumsi BBM kan juga tinggi," katanya. (Dwi) Editor : Editor News
#trans jogja #Ni Made Dwipanti Indrayanti #Dampak BBM naik #Dishub DIJ