Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pertamina Pastikan Stok BBM di DIJ Aman

Editor Content • Rabu, 31 Agustus 2022 | 13:43 WIB
JAMIN AMAN: Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Dwi Puja Ariestya usai bertemu Gubernur HB X di Kompleks Kepatihan, Jogja, kemarin (30/8).(WINDA ATIKA IRA P/RADAR JOGJA)
JAMIN AMAN: Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Dwi Puja Ariestya usai bertemu Gubernur HB X di Kompleks Kepatihan, Jogja, kemarin (30/8).(WINDA ATIKA IRA P/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Stok bahan bakar minyak (BBM) dipastikan aman untuk wilayah Jogjakarta. Kepastian ini didukung adanya tujuh depo milik Pertamina (Persero) untuk kawasan Jateng-DIJ. Serta fasilitas lain yang cukup memadai untuk menjamin stok BBM.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Dwi Puja Ariestya mengatakan, Pertamina memiliki fasilitas yang cukup untuk menjamin stok BBM di Jawa Tengah dan DIJ. Juga memiliki tujuh depo, serta memiliki satu pipa penyalur BBM yang terhubung langsung dengan kilang minyak.

“Semuanya terpantau sampai hari ini kondisinya sangat mencukupi. Kebutuhan untuk masyarakat pasti dapat terpenuhi,” katanya usai bertemu dengan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Jogja, kemarin (30/8).

Dwi Puja menjelaskan, ketersediaan stok BBM itu cukup panjang, tidak ada ketentuan berapa lama. Sebab pola pendistribusian untuk wilayah Jawa Tengah dan DIJ secara reguler disalurkan. Sehingga tak perlu dikhwatirkan adanya kelangkaan BBM di DIJ dan Jateng.

“Bahkan kalau untuk Jateng ini, karena kita terhubung dengan pipa dari kilang seharusnya nggak hitungan hari lagi, tapi lebih. Pada prinsipnya Jateng dan Jogjakarta sangat sangat cukup ketersediaannya,” ujarnya.

Terkait pola pendistribusian, pihaknya memiliki dua pola yang dapat diaktifkan jika terjadi kondisi darurat. Keduanya adalah pola alternatif dan pola emergency. Kedua pola ini memang dipersiapkan, mengingat DIJ memiliki potensi bencana seperti Gunung Merapi dan gempa bumi.

Sementara itu, sejauh ada isu kenaikan BBM per 1 September, tak menjadikan antrean motor mengular cukup panjang di Jateng dan DIJ. Diklaim per kemarin tak ada kondisi yang kritis di SPBU wilayahnya. “So far nggak ada (antrean) ya. Kami tiap pagi ada report-nya. Dan kondisi penyaluran normal tidak ada lonjakan atau antrean di SPBU, baik solar pertalite dan lainnya,” terangnya.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah juga telah berupaya mengantisipasi adanya penimbunan dampak dari kenaikan BBM. Pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk berusaha mengamankan seluruh jalur distribusi BBM. Demikian pula membantu support data yang dibutuhkan kepolisian untuk mengamankan jalur distribusi.

“Dan kami juga berharap tidak ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi, tapi so far sekarang masih normal. Kita belum melihat ada indikasi ke situ (penimbunan, Red),” tambahnya.

Sebelumnya, Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, kenaikan harga BBM subsidi dikhawatirkan akan membawa dampak inflasi dan mengurangi daya beli masyarakat. Namun, sepanjang kenaikan harga BBM tidak disertai dengan kesulitan atau kelangkaan mendapatkan BBM, maka dampak kenaikan harga komoditas lain juga tidak akan terlalu berpengaruh. Namun sebaliknya jika terjadi kelangkaan BBM maka menjadi persoalan besar. (wia/laz) Editor : Editor Content
#Stok BBM #pertamina