Kepala Dishub DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti menuturkan program ini telah berlangsung sejak awal Agustus 2022. Berlalu wajib untuk seluruh karyawan Dishub DIJ. Baik yang bertugas di Kantor Dishub DIJ maupun sejumlah UPT.
"Intinya adalah bagaimana kita mengajak dan memberi contoh terkait penggunaan angkutan umum atau kendaraan tidak bermotor kepada masyarakat," jelasnya, Senin (29/8).
Program ini juga sebagai evaluasi jajarannya. Terutama dalam melayani masyarakat terkait angkutan umum. Harapannya masyarakat dapat meniru budaya ini untuk kegiatan sehari-hari.
Kebijakan berlaku untuk berangkat dan pulang kantor. Sementara untuk tugas kedinasan tetap menggunakan kendaraan operasional. Made memastikan program ini mendapatkan respon positif dari jajarannya.
"Ada yang dari Boyolali, tapi dia transit di parkir bandara (Adi Sutjipto) kemudian naik Transjogja. Ini karena rumahnya memang di Boyolali," katanya.
Made berharap program ini dapat mengedukasi masyarakat. Terutama untuk penggunaan angkutan transportasi publik. Selain mengurangi kemacetan juga konsumsi BBM oleh masyarakat.
"Paling tidak semua teredukasi untuk menggunakan angkutan umum. Harapannya semoga program ini tidak saja dilaksanakan oleh kami saja tetapi juga diikuti OPD yg lain," harapnya.
Disatu sisi beberapa masukan dia terima dari jajarannya. Terkait fasilitas halte untuk bus. Tentunya inti menjadi perhatian untuk meningkatkan pelayanan publik kedepannya.
"Memang banyak masukan juga ke kami terkait minimnya fasilitas halte dan lainnya. Ini menjadi perhatian kami utk perbaikan layanan kedepan," ujarnya.
Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji menyambut positif gerakan Green Friday. Dia berharap program ini dapat terlaksana dia seluruh OPD. Selain sehat juga untuk menggiatkan penggunaan transportasi publik.
Selain tranportasi publik, Aji juga mendorong agar karyawan mau bersepeda. Aktivitas ini akan membuat tubuh senantiasa bugar. Sehingga akan menyokong rutinitas dan aktivitas selama bekerja.
"Akan meningkatkan kebugaran karyawan karena naik sepeda, yang naik bus juga turun di lobi jalan kaki. Lalu mengurangi kepadatan lalulintas, lalu kita lihat Trans Jogja penumpangnya engga penuh. Kalau beralih, jadi contoh bisa diteladani," katanya. (Dwi) Editor : Editor News