Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada Combro, Lemet hingga Bajingan Tela

Editor Content • Senin, 22 Agustus 2022 | 14:25 WIB
GREBEG TELA: Tiap RT di Desa Bumiharjo, Borobudur, Magelang, membuat tumpeng berbahan dasar singkong atau tela. Lalu, para warga akan mengambil jajanan itu.(Naila Nihayah/Radar Jogja)
GREBEG TELA: Tiap RT di Desa Bumiharjo, Borobudur, Magelang, membuat tumpeng berbahan dasar singkong atau tela. Lalu, para warga akan mengambil jajanan itu.(Naila Nihayah/Radar Jogja)
RADAR JOGJA - Saat ini setiap desa di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, gencar menggelar kegiatan pasar budaya. Seperti halnya di Desa Bumiharjo yang mengambil konsep grebeg tela sebagai wujud rasa syukur masyarakat. Lantaran tela atau ketela ini merupakan satu komoditas utama di desanya.

Di sisi lain, kegiatan ini hendak mengangkat budaya dan kearifan lokal serta menumbuhkan ekonomi dari sektor UMKM. Selain itu, kegiatan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat ini dinilai memiliki arti penting dalam upaya melestarikan seni budaya lokal serta meningkatkan penghasilan masyarakat.

Panitia kegiatan Catur Prabowo mengatakan, kegiatan pasar budaya Desa Bumiharjo merupakan agenda tahunan dan kegiatan itu sudah yang kali kedua diadakan. Pihaknya mengajak masyarakat, terutama PKK untuk mengolah hasil ketela yang ada di Desa Bumiharjo menjadi olahan makanan beragam.

Di Desa Bumiharjo, lanjutnya, banyak pengusaha dan petani ketela yang menggantungkan hidupnya dengan komoditas tersebut. Selain itu, juga ingin mengajak para ibu untuk lebih kreatif lagi dalam mengolah ketela agar menambah nilai jualnya.

Pasar budaya ini banyak pedagang mengolah ketela dan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa ketela bisa menghasilkan beragam makanan yang lebih kreatif. Olahan ketela itu, antara lain combro tela, rolade, perkedel, lemet, kolak tela, bajingan tela, dan lain-lain.

Dia menyebut ada 20 tumpeng dari hasil olahan ketela yang dibawa tiap RT. Bahkan ada panitia yang khusus untuk menilai tumpeng itu, agar mereka lebih kreatif. “Kemarin pembukaan ada pentas seni, hari ini ditutup kirab budaya dengan mengarak tumpeng dari olahan ketela,” ujarnya di sela kegiatan kemarin (21/8).

Ke depan, dia berharap pasar budaya ini menjadi acuan untuk membuat desa wisata. Karena hal itu bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. “Rencana akan rutin kami laksanakan dan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk ikut andil,” paparnya. (aya/laz) Editor : Editor Content
#Magelang #Desa Bumiharjo