Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, inovasi tersebut berupa pengadaan becak listrik. Pihaknya sudah menugaskan kepada Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna (BPTTG) dan Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) untuk menyiapkan alternatif becak kayuh. "Tapi dibantu oleh listrik. Kami sudah mendapatkan satu contoh becak yang dibuat BPTTG," katanya di Kompleks Kepatihan kemarin (18/8).
Aji menjelaskan, becak kayuh dengan teknologi listrik diyakini akan jauh memperingan pengayuh becak saat melakukan pekerjaannya. Bentuknya seperti becak pada umumnya. "Jadi, saat diontel atau digenjot akan jauh lebih ringan dibandingkan kalau tanpa listrik. “Artinya kalau misalnya yang mengayuh itu orang-orang tua sekalipun masih kuat membawa beban," ujarnya.
Prototype becak listrik ini sudah melalui tahap uji coba. Tetapi masih terbatas pada produksi yang belum massal. Ini diperlukan pihak ketiga yang mau mengembangkan atau memproduksi secara massal sesuai bentuk yang diproduksi oleh BPTTG. Pemprov juga tengah berupaya mencari pasangan untuk bekerja bersama mewujudkan wacana tersebut. "Kalau ini nanti sudah nggak ada hambatan, kita akan mencari pasangan untuk bisa memproduksi massal," jelasnya.
Menurutnya, pada saat semuanya telah siap bisa dilakukan mekanisme penukaran becak. Tentunya, setelah dilakukan pendataan lebih dulu oleh Dinas Perhubungan DIJ. Maka seluruh betor akan ditukar dengan becak listrik. Secara teknis juga akan dilakukan kerja sama antara dengan pemerintah kabupaten/kota. Mengingat operasional becak motor tak hanya di wilayah kawasan Malioboro. Kebijakan ini juga akan berlaku untuk semua wilayah. "Kami masih berkutat supaya segera mendapatkan spesifikasi becak yang dikehendaki," terangnya.
Mantan kepala Disdikpora DIJ itu tak menampik, keberadaan betor cukup berisiko karena tidak memiliki standar kelayakan kendaraan umum. Betor merupakan kendaraan roda tiga yang dimodifikasi secara asal-asalan menyerupai becak bermesin. Terlebih tak ada kontrol. "Kalau itu berisiko dan kami tetap membiarkan dan beroperasi tentu kami juga salah,’’ tandasnya.(wia/din) Editor : Editor Content