Paniradya Pati Kaistimewaan DIY Aris Eko Nugroho mengatakan, peringatan satu dasawarsa UUK tersebut diambil dari tanggal 10 dan berakhir pula tanggal 10. Angka ini 10 dimaknai terdiri dari angka satu dan nol.
“Angka 10 ini sangat akrab di kehidupan kita. Angka satu sering kali diartikan sebagai simbol mewakili keberadaan. Sedangkan angka nol simbol perwakilan dari kekosongan," kata Aris.
Secara filosofi, dia mengungkapkan, hikmah yang terkandung dalam angka 10. Keberadaan sesuatu yang baru dan dinilai bermanfaat mengisi kekosongan. Menutupi kekurangan. Itu dapat diartikan dengan hadirnya UUK DIY yang lahir 2012 lalu.
“Sekarang sudah berumur 10 tahun. Kalau saya mengatakan hasilnya seperti apa, biarkan masyarakat yang bercerita. Satu itu keberadaan. Jadi keberadaan kami selama sepuluh tahun itu sudah dilihat oleh masyarakat. Kekurangannya apa, kami berharap masyarakat yang menyempurnakan. Kami diberi masukan oleh masyarakat," ujar mantan kepala Dinas Kebudayaan DIY ini.
Aris mengungkapkan banyak hal itu saat ditemui di sela peringatan Satu Dasawarsa UUK DIY di Pintu Gerbang Barat Kepatihan pada Rabu malam (10/8). Dia menceritakan, selama 10 tahun ini dari 2012-2022 telah memberikan pondasi kuat menuju tercapainya tujuan keistimewaan. Yakni mewujudkan kemuliaan dan kejayaan Keistimewaan DIY seperti yang dicita-citakan para leluhur Bumi Mataram.
"Kejayaan Majapahit sebagai negara maritim sesungguhnya adalah bagian jati diri dari Keistimewaan DIY yang hendak diwujudkan kembali. Itu dituangkan dalam visi Gubernur 2012–2017. Dengan semangat renaissance DIY yang lebih berkarakter, berbudaya, maju, mandiri, dan sejahtera menuju peradaban baru," sambungnya.
Pengaturan Keistimewaan DIY yang tertuang di UUK DIY bertujuan mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan demokratis, ketentraman dan kesejahteraan masyarakat. Menjamin ke-bhineka-tunggal-ikaan dan melembagakan peran dan tanggung jawab Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Paku Alaman dalam menjaga dan mengembangkan budaya Yogyakarta yang merupakan warisan budaya bangsa.
"Hadirnya UUK DIY sangat penting arti dan maknanya bagi DIY serta NKRI,” lanjutnya.
Rangkaian Satu Dasawarsa UUK DIY mengusung tema “Kaistimewan Suluhing Peradaban”. Ada kolaborasi antara Pemda DIY dengan pemerintah kabupaten/kota, kapanewon/kemantren dan kalurahan/kelurahan se-DIY. Salah satu agenda utama adalah Pameran Keistimewaan. Pameran Keistimewaan dilaksanakan selama 30 hari. Lokasinya di ek Hotel Mutiara 1 Jalan Malioboro. Pameran ini menampilkan tiga tema. Setiap 10 hari sekal dilakukan pergantian tema. Temanya “Jogja Kini dan Jogja Jadoel”, “Herbal dan Natural” serta “Kopi dan Coklat”.
Selain itu, telah di buat jinggle lagu dan gending keistimewaan. Gending keistimewaan ini pada 10 September 2022 pukul 10.10 dilakukan penabuhan gamelan secara serentak di dalam dan luar DIY.
Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji mengajak, 10 tahun UUK itu sebagai momentum untuk mawas diri. Menilik 10 tahun ke belakang mengenai hal-hal yang belum dapat terlaksana beserta hambatannya.
"Apakah keistimewaan ini benar-benar sudah bisa membawa masyarakat di DIY lebih sejahtera. Tentu harapan terhadap lahirnya UUK banyak yang belum bisa kita raih," ucap Aji, sapaan akrabnya.
Dia menyebut masa 10 tahun bukanlah waktu yang lama. Ini jika berbicara peradaban dan mengejar ketertinggalan. “Di momentum 10 tahun UUK DIY ini, kita akan lebih merekah lagi. Lebih semangat untuk bisa memenuhi harapan dan keinginan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan kabupaten/kota,” tambahnya saat membuka rangkaian acara Satu Dasawarsa UUK DIY. Aji juga membuka secara resmi pameran keistimewaan gelar UMKM DIY. Gelar UMKM DIY berlangsung di bekas Hotel Mutiara 1. (wia/kus) Editor : Editor Content