Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jamasan Tombak Pusaka Kyai Wijaya Mukti Simbol Pelayan Masyarakat yang Bersih

Editor News • Jumat, 5 Agustus 2022 | 04:05 WIB
MUBENG : Para abdi dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dan ASN Pemkot Jogja melaksanakan prosesi mubeng Kompleks Balai Kota Jogja, Kamis (4/8). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
MUBENG : Para abdi dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dan ASN Pemkot Jogja melaksanakan prosesi mubeng Kompleks Balai Kota Jogja, Kamis (4/8). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Pemkot Jogja kembali menggelar upacara jamasan pusaka Tombak Kyai Wijaya Mukti. Berlangsung di kompleks Balai Kota Jogja, Kamis (4/8). Prosesi diawali dengan upacara mubeng kawasan itu oleh para abdi dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dan para aparatur sipil negara Pemkot Jogja.

Kepala Kundha Kabudayan Kota Jogja Yetti Martanti menuturkan prosesi ini adalah peristiwa budaya. Kegiatan yang berlangsung setiap tahunnya. Dengan tujuan menjamas atau membersihkan tombak pusaka Kyai Wijaya Mukti.

"Memang kalau jamasan pusaka itu dilaksanakan setiap tahun sekali pada bulan Suro. Jadi ini memang kita membersihkan pusaka yang dimiliki oleh pemerintah kota Jogja," jelasnya ditemui usai prosesi jamasan di Balai Kota Jogja, Kamis (4/8).

Photo
Photo


Yetti menuturkan prosesi ini tak sekadar rutinitas, tapi juga pelestarian budaya. Peninggalan para pendahulu dalam merawat pusaka peninggalan. Tentunya dengan tata upacara yang melibatkan abdi dalem Keraton Jogjakarta.

Jamasan Pusaka juga memiliki makna tersirat. Berupa sikap dan sifat abdi masyarakat yang senantiasa bersih. Terutama dalam memberikan pelayanan kepada publik.

"Bagaimana kemudian kita memaknai jamasan pusaka ini sebagai pemerintah sebagai abdi masyarakat sebagai pelayan masyarakat tentunya memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat supaya kita juga bersih," katanya.

Prosesi jamasan tidak hanya kepada tombak Kyai Wijaya Mukti. Para abdi dalem Keraton Jogjakarta juga membantu membersihkan pusaka milik para aparatur sipil negara. Ini berlangsung setelah prosesi jamasan utama selesai.

Mayoritas pusaka yang dibawa adalah keris. Para ASN langsung mengantri di meja yang disediakan. Untuk kemudian keris secara bergantian dijamas oleh para abdi dalem Keraton Jogjakarta.

"Beberapa milik yang ada di Pemerintah Kota Jogja, mungkin di OPD-OPD juga biasanya melakukan jamasan pusaka tapi maksudnya ikut," ujarnya.

Dengan adanya upacara ini, Yetti berharap budaya tetap lestari. Sehingga generasi penerus memiliki warisan yang bisa tetap dijaga. Tentunya menjadi identitas kebudayaan di Kota Jogja.

"Jangan sampai masyarakat enggak tahu apa sih makna dari jamasan pusaka itu jangan hanya dilihat sebagai ritual pembersihan benda saja tapi bagaimana makna di balik itu, yang dilakukan oleh pemerintah Kota Jogja untuk masyarakat itu sendiri," katanya. (Dwi) Editor : Editor News
#Jamasan bulan suro #Jamasan Pusaka #Pemkot Jogja #Tombak Kyai Wijaya Mukti