Penjual es gabus dengan nama brand Es Gabus 90-an di Jalan Mutiara, Demangan, Kota Jogja, Meirina Fitriani mengaku sampai saat ini kuliner es gabus masih banyak dicari oleh sebagian orang. Mayoritas pencari es gabus sendiri merupakan ibu-ibu hamil yang tengah ngidam.
Diakui, Ririn sapaan akrabnya, suami yang istrinya sedang hamil memang sering berburu es gabus untuk memenuhi hasrat pasangannya terhadap makanan tertentu ketika mengandung. Pembeliannya pun terkadang tak hanya satu biji, namun sampai tiga hingga lima buah.
Selain diburu ibu-ibu hamil, Ririn menyebut sebelum masa pandemi es gabus juga cukup laris ketika ada event-event jadul. Contohnya seperti Festival Kesenian Yogyakarta (FKY), Pasar Kangen hingga Sunday Morning (Sunmor) yang biasa digelar di UGM dan kawasan Jogja Expo Center (JEC) saat minggu pagi.
“Untuk saat ini memang es gabus masih laris, kebanyakan yang beli itu suami yang istrinya sedamg ngidam. Tapi terkadang ada pekerja hingga mahasiswa yang nyari juga, biasanya mereka beli karena kangen dengan kuliner legendaris ini,” ujar Ririn saat ditemui Radar Jogja Jumat (29/7).
Sementara ketika masa pandemi seperti saat ini, Ririn mengaku lebih memanfaatkan penjualan es gabus secara langsung di rumahnya dan melalui media sosial. Juga melalui aplikasi pemesanan makanan online yang melayani pembelian makanan dengan cara diantar melalui tukang ojek. Harga es gabus miliknya Rp. 5.000/buah.
Dikatakan Ririn, untuk saat ini ia diakui masih mengandalkan waralaba milik temannya untuk produksi es gabusnya. Meski ia sendiri tahu bagaimana membuat es gabus, ia memilih menggunakan franchise untuk produk es gabusnya, lantaran pertimbangan kesibukan bekerja dan mengurus anak.
Sekadar informasi, brand Es Gabus 90-an sendiri merupakan nama merk produsen es gabus asal Solo, Jawa Tengah. Selain dijual di kawasan Kota Jogja, es ini juga dijual di wilayah Bantul, Sleman, Magelang hingga Purworejo. Pembelinya pun masih cukup banyak karena tak sedikit yang kangen dengan kuliner legendaris tersebut.
“Bisa dikatakan kalau bisnis es gabus untuk saat ini masih cukup menjanjikan, karena peminatnya juga tinggi. Apalagi ketika event-event jadul,” ungkapnya. (inu/laz) Editor : Editor Content