RADAR JOGJA - Era kini orang sudah mengenal spring bed. Beda dengan zaman dulu, kasur masih berbentuk seadanya, yang penting empuk dan enak buat tidur.
Sebelum spring bed berjaya, ada sebuah zaman di mana kasur kapuk menjadi tren tersendiri. Dinamakan dengan kasur kapuk karena bagian dalam kasur itu memang berisi kapuk yang begitu banyak. Bagi orang tua atau generasi sebelum tahun 90-an masih cukup familiar dengan hal ini, meskipun sebenarnya sampai sekarang kasur kapuk pun masih ada.
Namun, siapa sangka kasur kapuk memiliki risiko kesehatan, terutama memicu gangguan saluran pernapasan kronis yaitu asma. Asma tersebut terpicu oleh serabut-serabut kapas yang halus. Dan, bisa mudah membuat penyakit asma kambuh.
“Kasur kapuk untuk pembiakan tungau atau kutu. Kutu yang mati, proteinnya bisa membuat alergi saluran napas bagi yang punya asma. Asma mudah terpicu protein dari tungau yang mati,” ungkap pakar penyakit dalam spesialis paru (internis pulmonologist) FKKMK UGM, dr Sumardi kepada Radar Jogja (1/7).
Hanya, timbulnya penyakit itu tergantung dengan kualitas kapuk itu sendiri. Ada kapuk kualitas 1, kualitas 2, hingga kualitas KW. Meski begitu, sejatinya kualitas kapuk apa pun jika diolah dengan benar, tidak begitu berisiko.
“Sayangnya kapuk kita banyak diekspor. Kapuk tempat kita barangkali KW atau kelas dua. Jadi harus diolah lagi supaya bersih dan serabut-serabutnya nggak tersebar ke mana-mana,” ujar pria yang juga konsultan paru ini.
Menurut dokter yang juga praktik di RSUP Dr Sardjito Jogjakarta ini, kain kasurnya juga perlu yang berkualitas seperti berbahan katun potton. Kualitas ini yang dapat melindungi kasur agar tak mudah berdebu.
Kebanyakan kasur kapuk menjadi pemicu penyakit karena kasur tak pernah dipelihara dengan baik. Kasur kapuk perlu pemeliharaan yang baik, setidaknya satu hingga dua bulan sekali dijemur. “Mesti waktu-waktu tertentu dijemur, dipanasi matahari, digebukin supaya bersih dari debu. Kalau sudah mengembang lagi kapuknya, ventilasinya menjadi baik,” jelasnya.
Oleh karena itu kapuk tidak disarankan bagi pasien pengidap asma. Sebab, asma akan mudah kambuh karena terangsang oleh debu kapuk atau tungau. “Itu berbahaya. Maka sebaiknya tidak menggunakan kasur yang tempat hidupnya tungau,” tambahnya. (wia/laz) Editor : Editor Content