Saat melakukan pendaftaran tertera balasan sedang melakukan optimalisasi. Dalam halaman yang sama juga tertulis pendaftar diminta bersabar dan menunggu. Kondisi ini dialami oleh semua pendaftar baru.
"Kendala dari server Pertamina mungkin, banyaknya pendaftaran jadi harus sabar. Saat ini belum bisa. Terkait kebijakan belum bisa berkomentar. Daftar sudah 10 menitan," jelas salah seorang pembeli di SPBU Giwangan Kota Jogja, Ari Agus, Jumat (1/7).
Seorang pembeli asal Kabupaten Gunungkidul Ari Wibowo mengaku kesulitan. Dia lebih memilih membeli tanpa harus melalui aplikasi. Sehingga tidak menyusahkan saat proses transaksi.
Walau begitu dia mengaku tetap patuh atas kebijakan. Setidaknya mencoba terlebih dahulu syarat pembelian pertalite dan solar dengan aplikasi.
"Kalau enaknya, ya enak langsung begini, karena mudah, enggak usah aplikasi. Tapi kalau begini ya enggak apa-apa, yang penting tepat sasaran," katanya.
Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT. Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho menampung keluh kesah konsumen. Pihaknya akan melakukan evaluasi pasca sosialisasi perdana.
Brasto menduga terjadi penumpukan pendaftaran di hari pertama sosialisasi. Ini merupakan imbas dari tingginya animo masyarakat atas kebijakan baru ini. Walau begitu pihaknya berjanji akan segera memperbaiki kualitas pelayanan pendaftaran website MyPertamina.
"Masukan bagi kami di masa 1 Juli 2022 ini tentunya masyarakat yang butuh bantuan bisa datangi booth konsultasi secara offline ditempat kami. Gangguan ini sedang lakukan pengecekan terkait untuk itu," ujarnya.
Terkait kebijakan pembelian dengan aplikasi MyPertamina, Brasto menegaskan belum berlaku. Untuk saat ini masih dalam tahapan pendaftaran melalui website. Berlangsung hingga 31 Juli 2022.
Disinggung tentang penerapan, Brasto belum bisa memastikan. Pastinya masih menunggu perkembangan dari Pertamina pusat. Walau begitu dia mengimbau agar masyarakat tetap mendaftar terlebih dahulu.
"Ini adalah masa pendaftaran, masa implementasi masih menunggu perkembangan dan akan diinformasikan lebih lanjut. Kalau mau beli solar atau pertalite meski punya MyPertamina di handphone tetap daftar di website Pertamina ini," katanya.
Dalam pendaftaran website, konsumen diminta mengisi sejumlah data. Meliputi data personal dan data kendaraan, foto diri, pindai STNK, foto kendaraan dan KIR. Untuk KIR bisa disertakan apabila kendaraan adalah jenis niaga.
Untuk pembeli profesi khusus bisa melampirkan surat rekomendasi. Tepatnya yang diterbitkan oleh instansi terkait. Berlaku untuk profesi nelayan maupun petani untuk pembelian solar dengan jerigen.
"Apabila butuh konsultasi bisa hubungi Pertamina call center 135. Untuk Kota Jogja kami menyediakan booth buat konsultasi offline di SPBU Giwangan jalan ringroad selatan dan kantor sales area DIY Surakarta di jalan Mangkubumi," ujarnya. (Dwi)
Editor : Editor News