Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pahlawan Pertempuran Kotabaru Itu Dimakamkan di Sleman

Editor Content • Jumat, 1 Juli 2022 | 18:02 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Supadi, salah seorang pahlawan dalam pertempuran Kotabaru dari kesatuan polisi istimewa, dimakamkan di di Dusun Plalangan, Pandowoharjo, Sleman. Supadi gugur 7 Oktober 1945 dalam perebutan gudang senjata di Kotabaru Jogja melawan Jepang. Atas permintaan keluarga, Supadi tidak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP), melainkan di tanah kelahirannya di Sleman.

Agus Setyanta, Ketua Trah Kertodikaran yang merupakan trah dari Supadi saat dikonfirmasi Radar Jogja membenarkan hal itu. “Memang benar sempat akan dimakamkan di makam pahlawan, tapi oleh keluarga diminta dimakamkan di Plalangan,” ujarnya kemarin (30/6).

Agus membeberkan bahwa orang tua Supadi mengutus Mbah Parnodiharjo selaku pakde dari Supadi untuk bermusyawarah dengan pemerintah. Mbah Parnodiharjo merupakan kakek dari Agus.

Diceritakan sempat terjadi argumentasi pada saat itu. Namun akhirnya jenazah diperbolehkan dimakamkan di tempat kelahiran, dekat dengan makam leluhur. “Alasannya karena faktor kedekatan saja, antara makam Supadi dengan leluhur berasal di situ. Waktu itu sempat terjadi argumentasi,” ujarnya.

Lebih lanjut Agus mengakui sempat ada wacana pemindahan makam pada zaman kemerdekaan. Namun wasiat keluarganya tetap tidak memperbolehkan, sehingga makam dipertahankan di lokasi semula. Saat ini apabila wacana pemindahan kembali mencuat, Agus mengatakan tidak dapat memutuskan. Sebab dibutuhkan musyawarah keluarga besar.

“Tapi kan bagi kami sebetulnya dimakamkan di situ ndakpapa, justru menjadi salah satu monumen, bentuk bahwa di Plalangan ini ada seorang pahlawan. Akan menjadi inspirasi warga kami mewarisi jiwa-jiwa kepahlawanan tentunya dalam era yang berbeda,” ungkapnya.

Saat ini kondisi makam terawat dengan baik. Warga sekitar mengusulkan agar makam diberi semacam tetenger dan informasi jelas dengan sumber literasi yang jelas dan terpercaya. Agus berharap usulan dapat terealisasi.

“Mengusulkan kepada negara dalam hal ini kepolisian, dibikin tetenger dan dibantu sumber-sumber dokumen yang dimiliki Polri. Sehingga menjadi salah satu kelebihan dari wilayah ini, bahwa di Plalangan ada pahlawan polisi yang keluarganya tidak minta untuk dipisahkan oleh keluarga. Tujuannya kedekatan dan sebuah inspirasi bagi warga masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Penggiat Sejarah Kepolisian Yogyakarta (PPSKY) Iptu Susila sekaligus penemu makam pejuang Supadi bercerita awal mula penemuan makam Supadi sekitar tahun 2021. “Saya mengadakan penelusuran 21 pejuang Kotabaru. Dari berbagai sumber saya telusuri ke berbagai pihak, sampailah saya di Monumen Brimob Sedayu,” ujarnya.

Di monumen itu terdapat prasasti pejuang polisi sekitar Jogjakarta. Susila menyebut ada dua pejuang Kotabaru yakni Keibuho I Dewa Nyoman Oka dan Jongsa Supadi. Selanjutnya dari prasasti Brimob dilakukan penelusuran ke TMP Kusumanegara dan beberapa makam umum.

“Makam Supadi saya temukan dari petunjuk tulisan di Youtube bahwa salah satu pahlawan Kotabaru dimakamkan di Jabung, Sleman. Setelah saya telusuri betul, ternyata makam berada di Dusun Plalangan, Pandowoharjo, Sleman kemudian kami bertemu kerabat pejuang,” jelasnya.

Nama Supadi kini diabadikan menjadi nama jalan di area Kotabaru Jogja. Namanya juga menjadi nama jalan masuk Dusun Plalangan, Pandowoharjo, Sleman. (cr4/laz) Editor : Editor Content
#Sleman #TMP