Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Melulu Cerutu, HB X Minta Taru Martani Kembangkan Diversifikasi Produk

Editor News • Rabu, 15 Juni 2022 | 01:17 WIB
PUAS : Gubernur DIJ Hamengku Buwono X tengah meninjau pabrik cerutu PD Taru Martani di kawasan Gondokusuman Kota Jogja, Selasa (14/6). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
PUAS : Gubernur DIJ Hamengku Buwono X tengah meninjau pabrik cerutu PD Taru Martani di kawasan Gondokusuman Kota Jogja, Selasa (14/6). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Hamengku Buwono X (HB X) dorong agar Perusahaan Daerah (PD) Taru Martani melakukan diverifikasi produk. Imbauan seiring dengan tingginya sumbangsih pendapatan asli daerah (PAD). Sehingga bisa kembangkan produk lain diluar produk utama cerutu.

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menilai penjualan cerutu Taru Martani sudah relatif stabil. Bahkan pangsa pasar telah merambah eksport. Sehingga sudah sewajarnya melakukan diverifikasi produk dalam sektor lainnya.

“Pemasaran cerutu relatif lebih bagus dari beberapa tahun lalu dan sudah bisa mengeluarkan branding sendiri sehingga marketnya lebih besar. Saya berharap ada diversifikasi produk khususnya pada sektor pertanian,” jelasnya ditemui di Pabrik PD Taru Martani Kota Jogja, Selasa siang (14/6).

Diverifikasi, lanjutnya, juga bertujuan untuk menjaga stabilitas perusahaan. Tentunya dalam penjualan pasar lokal maupun internasional. Tak hanya bertahan pada komoditas yang sama.

PD Taru Martani sendiri tercatat sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov DIJ. Fokus utama adalah produksi cerutu dengan segmen pasar lokal maupun eksport. Sementara imbauan untuk diverifikasi adalah produk pangan dan pertanian.

“Kita bisa mengembangkan potensi ini untuk memberikan ruang untuk ekspor yang besar, tak hanya di sini, namun produk lain di sektor pertanian," katanya.

Walau begitu HB X meminta produk diversifikasi tak menyaingi produk pertanian. Dalam artian lebih fokus untuk menopang kebutuhan masyarakat. Sehingga bukan untuk bersaing dalam sektor ekonomi.

HB X menuturkan produk petani tetap prioritas utama. Tujuannya agar roda perekonomian di sektor tersebut bisa berputar. Sementara untuk diverifikasi produk memiliki zona tersendiri.

“Tapi jangan bersaing dengan petani atau penjual di pasar. Bisa memberikan benih yang lebih bagus bagi petani," pesannya.

Direktur Utama PD Taru Martani Nur Ahmad Effendi siap mengimplementasikan imbauan HB X. Pihaknya tengah mencari rumusan yang tepat untuk diversifikasi produk. Sehingga tak akan mengganggu produksi utama yaitu cerutu.

Beberapa gambaran sektor pertanian meliputi tanaman holtikultura, sayur dan buah. Tentunya dengan kualitas tingkat atas. Sehingga dapat menjaga persaingan pasar yang bersih dan sehat.

“Kemungkinannya karena usaha pokok kita sudah sangat baik. Artinya untuk menghidupi karyawan dan setoran (PAD) ke Pemda sudah cukup. Sehingga tantangan dari beliau untuk diversifikasi itu bisa kita siapkan,” ujarnya.

Untuk produk cerutu sendiri terus memperluas pasar. Terbaru adalah penetrasi ke wilayah Taiwan dan Jepang. Sementara cakupan pasar sebelumya adalah Benua Amerika, Swiss, Spanyol dan Belanda.

Produksi sebelum pandemi Covid-19 tepatnya 2018 mencapai 68 ton setiap tahunnya. Untuk saat ini sudah mencapai 260 ton/tahun. Terjadi peningkatan sekitar empat kalilipat dari tahun-tahun sebelumnya.

"Alhamdulilah berkat ini kita bisa menyelesaikan kewajiban yang ditinggalkan manajemen lama. Total pendapatan saat ini adalah Rp. 68 miliar, keuntungan Rp. 13,5 miliar, sementara untuk setoran cukai Rp.15 miliar dan PAD sesuai Perda 40 persen sebanyak Rp. 5,5 miliar,” katanya

Adapun PD Taru Martani sendiri merupakan pabrik cerutu yang berdiri sejak 1918. Sejak didirikan, Taru Martani konsisten memproduksi 14 jenis cerutu kualitas ekspor. Beberapa diantaranya Cigarillos atau Treasure, Extra Cigarillos, Senoritas, Panatella, Slim Panatella, Half Corona, Corona, Super Corona/Grand Corona, Boheme, Perfecto, Royal. Rothschild, dan Churchill.

"Saat ini, Taru Martani memproduksi tiga formulasi campuran cerutu yaitu Natural Cigar, Flavour Cigar dan Mild Cigar," ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News
#Taru Martani #Diverifikasi produk #cerutu Jogjakarta #Produk Pertanian