Pihak Keraton Jogjakarta diwakili oleh Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi. Sementara dari PUPR diantarnya Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian, Direktur Jalan Bebas Hambatan Budi Harimawan Semihardjo, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah – DIJ Wida Nurfaida dan Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Triono Junoasmono.
Pertemuan ini juga diikuti oleh Direktur Utama PT. Jogjasolo Marga Makmur (JMM) Adrian Priohutomo. Adapula Direktur Teknik JMM Pristi Wahyono serta Direksi PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB).
GKR Mangkubumi menyampaikan agar Keistimewaan Sumbu Filosofis Jogja juga menjadi perhatian utama Proyek Tol Jogja-Solo. Pembangunan Jalan Tol harus tetap menghormati dan memperhatikan aspek historis dari Keraton Jogjakarta. Termasuk situs-situs cagar budaya dan purbakala yang berada di wilayah Jogjakarta.
“Kami berharap pembangunan jalan Tol di wilayah Jogjakarta ini dapat memahami dan memperhatikan situs-situs cagar budaya dan bangunan bersejarah di Jogjakarta," pesannya Jumat (10/6).
GKR Mangkubumi menyebutkan sejumlah situs-situs penting sejarah di Jogjakarta. Seperti makam-makam dan juga wilayah Selokan Mataram. Adapula sumbu filosofi dan garis imaginer dari Gunung Merapi hingga Pantai Parangkusumo.
"Ini agar menjadi perhatian semua pihak yang terlibat," katanya.
Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian memastikan pemerintah sangat peduli. Sehingga keberadaan bangunan bersejarah, situs-situs cagar budaya dan purbakala yang berada di wilayah Jogjakarta menjadi perhatian khusus. Sehingga akan turut serta memperhatikan dan melestarikannya.
Adrian Priohutomo memaparkan salah satu konsep pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo. Berupa penyesuaian desain jalan yang awalnya at grade menjadi elevated atau melayang. Ini telah diterapkan di situs Yoni Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
"Nantinya hal ini juga yang akan menjadi perhatian JMM sebagai Badan Usaha Jalan Tol dalam kegiatannya di wilayah Jogjakarta, terutama kaitannya dengan sumbu-sumbu filosofis dan garis imaginer yang telah disampaikan oleh GKR Mangkubumi," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa kedepannya akan dilakukan koordinasi dan pembahasan secara berkala. Tepatnya antara Keraton Jogjakarta, Pemerintah dan Badan Usaha Jalan Tol. Kaitannya untuk kelancaran dan kesuksesan Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo.
"Semoga kerjasama yang baik ini terus berjalan dengan lancar hingga proyek ini bisa terwujud," harapnya. (vis/Dwi) Editor : Editor News