Saat ditemui di kawasan Candi Mendut, Kabupaten Magelang, Apollo mengatakan, wacana adanya tiket khusus naik ke struktur Candi Borobudur dengan harga Rp 750 ribu bagi wisatawan domestik, akan berdampak pada minat wisatawan dalam berkunjung. Mengingat, kemegahan Candi Borobudur tetap menjadi daya Tarik utama Magelang. Tentunya juga harus dibarengi dengan sejumlah paket-paket wisata lain yang menjadi alternatif bagi wisatawan.
“Jadi dengan harga segitu, kami bawa wisatawan untuk menikmati paket wisata lainnya yang tentu tidak kalah menarik di Magelang. Terutama di Lereng Merbabu ada tol kayangan yang kita kombinasi dengan batik dan juga gula semut,” ungkap pria yang juga sebagai tour leader ini Minggu (5/6).
Selain itu, dia menjelaskan ada juga paket wisata ke Tumpeng Menoreh yang dapat dikombinasikan dengan UMKM dan objek wisata di sekitarnya. Serta Lereng Gunung Sumbing, Nepal Van Java, dan juga top selfie lainnya.
Meski demikian, Apollo tidak menampik keberadaan destinasi wisata super prioritas Candi Borobudur tetap menjadi primadona bagi wisatawan mengunjungi Kabupaten Magelang. Sehingga rute yang berada disekitar candi Borobudur tetap berjalan.
“Ya, kami tetap jalan di sekitar Candi Borobudur. Itu kan ada juga objek wisata yang menarik, sehingga magnet Candi Borobudur untuk wisatawan tetap terjaga,” kata pelopor Komunitas VW wilayah Magelang ini.
Sementara itu, salah seorang warga Sleman yang sedang berkunjung di kawasan Mendut Sigit Artanto mengaku kaget dengan viralnya tiket naik ke stryktu Candi Borobudur seharga Rp 750 ribu di berbagai media sosial. Ia sendiri akan mempertimbangkan untuk berkunjung ke kawasan itu. “Untung sudah pernah ke sana. Jadi ndak penasaran,” katanya singkat.
Namun demikian, ia jadi tidak bisa mengajak keluarganya untuk melihat langsung kemegahan candi Buddha terbesar di dunia itu. “Ya, sementara anak-anak ditontonkan Youtube saja dulu,” sindirnya.
Terpisah, Ketua Daya Tarik Wisata (DTW) Magelang Edwar Alfian menuturkan, banyaknya pemberitaan yang tersebar menjadi bola liar bagi masyarakat dan para pelaku wisata. “Saya sejak kemarin sudah dihubungi biro dan agen perjalanan wisata. Saya belum bisa menjawab. Itu yang mengeluarkan statement kan Pak Luhut. Beritanya juga heboh,” sebutnya.
Dengan adanya pemberitaan wacana penetapan tarif itu, ia juga mendorong kepada pihak TWC (Taman Wisata Candi) agar segera membuat klarifikasi terkait statement Luhut. Agar kemudian tidak menjadi bola liar. Terlebih, harga Rp 750 ribu itu untuk naik ke struktur candi.
Menurutnya, banyak masyarakat yang asal mengutip pernyataan Luhut tanpa pemahaman yang jelas. Padahal, jika dipahami dengan betul, pernyataan Luhut mengatakan baru sepakat dan berencana. Belum menjadi keputusan, sehingga hal itu dinilai baru wacana dan belum menjadi keputusan akhir.
Edwar menambahkan, rencana penetapan tarif tentu akan berdampak pada tingkat kunjungan ke Candi Borobudur, lantaran dinilai memberatkan dan mahal. Hal itu juga akan berdampak pada kunjungan ke destinasi lain maupun desa-desa wisata di sekitarnya. (naf/aya/laz) Editor : Editor Content