Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Upaya Mengenalkan Budaya Gaya Ngayogyakarta Hadiningrat 

Editor News • Selasa, 31 Mei 2022 | 17:58 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Pawiyatan Jawa Tahap 2 dan 3 dengan sasaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemda DIY kembali digelar. Dengan kegiatan itu para ASN diharapkan menjadi agen pawiyatan di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) maupun masyarakat.

“Tujuan kegiatan Pawiyatan Jawa ini untuk mengenalkan kembali budaya Jawa,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY Dian Lakshmi Pratiwi di Museum Sono Budoyo Yogyakarta, kemarin (30/5).

Budaya Jawa yang dimaksud, jelas Dian, khususnya bahasa dan sastra tentang kawruh Bahasa Jawa. Di antaranya sesorah pranatacara, busana, dan aksara Jawa. "Ini tahap dua dan tiga yang kami lakukan. Tahap satu untuk internal kami di Dinas Kebudayaan DIY,” terangnya.

Dian menjelaskan, peserta yang mewakili setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dapat menjadi agen pawiyatan. “Baik di masyarakat maupun OPD itu sendiri,” katanya. Selama Pawiyatan Jawa berlangsung, masing-masing OPD diwakili dua orang. Jumlah peserta antara 50- 60 orang. Acara berlangsung dua hari, 30-31 Mei 2022.

Diceritakan, selama ini ASN kerap diminta menjadi pranatacara atau pembawa acara berbahasa Jawa. Misalnya saat acara pernikahan diminta menjadi pambagyaharja. Yakni orang yang berbicara mewakili pihak keluarga.

“Kami harapkan setelah mengikuti acara ini, peserta bisa menjadi contoh. Bisa menularkan di internal OPD atau masyarakat,” ungkap Dian.

Dengan demikian, sambung dia, masyarakat semakin tahu dan kembali mengenal budaya Jawa.

Sekretaris Dinas Kebudayaan DIY Cahyo Widayat menambahkan, Pawiyatan Jawa itu dalam rangka lebih mendekatkan budaya Jawa kepada ASN. Dia melihat busana Jawa masih belum dipahami. Khususnya cara penggunaannya secara baik dan benar.

“Busana Jawa yang benar seperti apa. Bagaimana menggunakan busana Jawa gagrak atau ciri khas Ngayogyakarta Hadiningrat,” tutur Cahyo.

Diakui di lapangan bukan hanya jarik gaya Jogja. Namun ada juga jarik gaya Surakarta. “Cara memakai jarik masih salah. Wirunya bukan wiru Jogja. Itu yang ingin kami kembalikan,” jelasnya.

Ada yang berbeda dengan Pawiyatan Jawa Tahap 3 dan 4 ini dengan kegiatan serupa sebelumnya yang masih manual dengan cara menulis. Kali ini lebih ke digitalisasi. Memakai komputer atau ponsel pintar untuk membumikan aksara Jawa. Tidak hanya sekadar tulisan gambar.

"Sesuai dengan tugas pokok fungsi seksi bahasa dan sastra di Dinas Kebudayaan DIY. Zaman milenial harus mengikuti perkembangan agar tetap melestarikan aksara Jawa," terangnya.

Target Dinas Kebudayaan DIY dari Pawiyatan Jawa ini agar Jogja tetap memiliki ciri khas. Terutama dari aspek budaya Jawa. Sebab, Jawa ada Surakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah dan lainnya.

“Kami mau mengembalikan lagi Jogja itu yang seperti apa," tutur Cahyo. (vis/wia/kus/dwi) Editor : Editor News
#Kundha Kabudayaan #Pwaiyatan Jawa #pemda diy