Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Seorang Pedagang Patah Tulang, 25 Lapak Pasar Giwangan Roboh

Editor News • Senin, 30 Mei 2022 | 21:26 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA - Seorang pedagang Pasar Sayur dan Buah Giwangan bernama Sunarni, 38, mengalami patah tulang tertimpa lapak. Penyebab lapak roboh adalah hujan disertai angin kencang. Kejadian ini berlangsung Minggu sore (29/5), tepatnya 16.00 WIB.


Tak hanya itu, berdasarkan catatan, hujan disertai angin kencang ini juga merobohkan 25 lapak sayur. Benda-benda yang beterbangan menimpa jaringan kabel listrik. Alhasil listrik di kawasan tersebut sempat padam selama beberapa jam.


"Awalnya hujan biasa terus lama-lama ada angin. Angin awalnya biasa-biasa saja terus hujannya tetep deres, terus hujan deres banget campur angin kencang. Terus ya itu menerjang atap itu," jelas salah seorang saksi mata kejadian, Sukarno, 43, ditemui di Pasar Giwangan, Senin (30/5).


Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai kuli pasar ini melihat langsung kejadian. Saat itu para pedagang tengah berteduh di lapak yang ambruk. Saat lapak roboh, sontak para pedagang lari ke gedung pasar sisi dalam.


Usai hujan reda, pedagang langsung mengevakuasi lapak. Hingga akhirnya menemukan Suharni dalam kondisi tertimpa lapak. Para pedagang langsung membawanya ke RSUD Kota Jogja, Wirosaban.


"Kalau kerugian material, dagangannya ya nyatanya habis. Kerugian material ya itu atapnya (hilang). Setelah kejadian ya tetep jualan, eman-eman dagangannya kalau enggak dijual," katanya.


Sub Koordinator Sarana dan Prasarana Pasar Giwangan Dinas Perdagangan Kota Jogja Dwinanto menuturkan lapak yang roboh tergolong baru. Merupakan bangunan dengan rangka galvalum. Setidaknya ada 25 lapak yang berada di bawah rangka tersebut.


Dwinanto memastikan aktivitas pasar tak sepenuhnya terganggu. Begitu hujan reda, para pedagang langsung gotong-royong. Membersihkan reruntuhan lapak dan barang dagangan yang berserakan.


"Langsung gotong-royong antara paguyuban pedagang Pasar Giwangan dan juga dari Dinas Perdagangan itu kan ada personel dari kamtib dari sarpras untuk membantu memulihkan. Dibongkar lalu dirapikan," ujarnya.


Pihaknya juga langsung berkoordinasi secara internal dengan instansinya. Untuk kemudian ditindaklanjuti dengan pemulihan sarana dan prasarana. Mulai dari aliran listrik dan lampu penerangan.


Dwinanto menuturkan perbaikan berlangsung segera. Ini karena aktivitas Pasar Sayur dan Buah Giwangan berbeda dengan pasar lainnya. Kegiatan perekonomian justru dimulai dari siang hingga malam hari.


"Pasang lampu sorot, hari ini juga tambahkan lagi biar lebih terang lagi bisa untuk kegiatan lagi. PLN juga sudah menghidupkan kembali (aliran listrik), kegiatan juga sudah bisa pulih seperti biasa," katanya.


Untuk aktivitas sementara, para pedagang tetap mengacu cuaca. Ini karena lapak belum dilengkapi atap. Sehingga apabila hujan, maka otomatis kegiatan ekonomi berhenti sementara waktu.


Untuk perbaikan, pihaknya masih berkoordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Jogja. Hanya saja dia pastikan para pedagang tetap dapat beraktivitas. Meski sementara waktu tanpa atap.


"Kalau tidak hujan, bisa tetap buka. Ini masih koordinasi di tingkat OPD dinas kami tentang dibangun lapak lagi. Ya untuk 25 pedagang yang terdampak," ujarnya. (Dwi)

Editor : Editor News
#Pasar Giwangan #Pemkot Jogja #Dinas Perdagangan #hujan angin kencang