Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ubah Camp Assessment sebagai Assessment Center Rehabilitasi Sosial

Editor News • Kamis, 19 Mei 2022 | 23:13 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Inovasi layanan diluncurkan Dinas Sosial DIJ. Bentuknya dengan perubahan strategi pengembangan layanan camp assessment (CA) menjadi assessment center (AC) rehabilitasi sosial. Atau CA sebagai AC. Rehabilitasi sosial dengan mengembalikan fungsi sosial klien. Sekaligus mewujudkan misi pertama Dinas Sosial DIJ. AC ini juga menjadi pusat asesmen bagi unit pelayanan yang berada di bawah Dinas Sosial DIJ.

“Kami targetkan Mei ini sudah berjalan,” ungkap Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial DIJ Budhi Wibowo kemarin (18/5).

Budhi menjelaskan, asesmen merupakan proses awal tahapan rehabilitasi sosial. Proses ini dinilai sangat penting. Tujuannya agar dapat mengidentifikasi klien secara tepat.

“Sehingga bisa ditentukan jenis rehabilitasi bagi klien tersebut,” terang birokrat yang tinggal di kawasan Kotagede, Jogjakarta ini.

Dikatakan, selama ini setiap balai mengadakan asesmen secara terpisah. Padahal kondisi saat ini jumlah pekerja sosial semakin berkurang. Di samping itu, beberapa balai belum memiliki fasilitas yang memadai. Menyadari kenyataan itu kemudian dibangun AC. Pelaksanaan asesmen diadakan secara terpusat dan terpadu.

“Terpusat berarti semua proses asesmen diadakan di satu tempat. Sedangkan terpadu dilaksanakan di satu tempat dan dapat dilakukan berbagai macam asesmen,” lanjutnya.

Budhi yakin dengan adanya AC akan mendukung kinerja instansinya. Kerja-kerja menjadi semakin efektif dan berkualitas. Sebab, setiap klien harus menjalani asesmen secara terpusat. Pihak yang terlibat juga beragam.

“Ada dari pekerja sosial, psikolog, psikater, dokter dan lainnya yang tergabung dalam teamwork,” beber pria yang lama bertugas di Sumatera Barat ini.

Lebih jauh dikatakan pembentukan CA memiliki tiga tahapan. Jangan pendek, menengah dan panjang. Jangka pendek selama dua bulan. Jangka menengah 1 tahun dan jangka panjang lebih dari setahun. Saat ini masih dalam tahapan jangan pendek. Dilakukan pembentukan kelompok kerja atau Pokja berikut peningkatan sumber daya manusia (SDM)-nya. Dinas Sosial DIJ juga menjalin kerja sama dengan berbagai instansi terkait lainnya.

Selanjutnya, tahapan jangka menengah. Tahapan ini masuk pada proses pembentukan aplikasi Sipersis. Sipersis merupakan aplikasi ciptaan Dinas Sosial DIJ. Dengan aplikasi tersebut dapat diakses informasi terkait rehabiliatasi sosial. Salah satunya, untuk memantau jumlah klien yang sedang dilayani secara real time.

“AC menjadi salah satu basis data untuk aplikasi tersebut,” unngkap Budhi.

Tahapan berikutnya adalah jangka panjang. Tahap pengembangan. Instansinya menargetkan AC sudah bisa dibiayai dengan APBD DIJ. Bukan hanya itu, instansi yang dinahkodai Endang Patmintarsih itu ingin AC dapat diakses oleh masyarakat kurang mampu. Yakni yang ada di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Masyarakat bisa menjadikan AC sebagai tempat berkonsultasi. Kami sediakan semua fasilitasnya di sini,” paparnya.

Saat ini AC berada di Camp Assessment Dinas Sosial DIJ di daerah Brontokusuman, Mergangsan, Jogjakarta. Ditempat itu, dibangun beberapa fasilitas baru. Antara lain ruangan khusus setiap jenis asesmen seperti psikososial, klinis dan psikologi. (Vis/kus/dwi) Editor : Editor News
#assesment center #camp assesment #Dinas Sosial DIJ #program Dinsos DIJ