Berhentinya operasional gerobak sampah disesalkan oleh Arif Musriman. Sebab, dia harus mengangkut sendiri sampah dari rumahnya, Tuntungan, Umbulharjo, Kota Jogja, ke Depo Sampah Mandala. “Seharusnya ada komunikasi sejak kemarin,” keluhnya saat ditemui Radar Jogja di Depo Mandala kemarin (8/5).
Pria 57 tahun ini mengaku, baru tahu adanya penutupan TPST Piyungan dari koran. Padahal, onggokan sampah di rumahnya sudah menggunung. “Saya kan jadi terdampak sekali. Sampah saat Lebaran banyak dan terpaksa harus buang sampah sendiri,” ucapnya.
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) juga mengaku belum mendapat laporan, terkait adanya penutupan TPST Piyungan. Kendati, menurutnya, daya tampung sampah di Kota Jogja mampu bertahan tiga hari. “Tapi, selebihnya kami tidak bisa menahan,” jelasnya.
Untuk itu, HP memohon kebijaksanaan masyarakat agar dapat bekerja sama dengan Pemkot Jogja. Diharapkan, masyarakat untuk menyimpan sampahnya sementara waktu. “Saya kira kita harus saling melihat kepentingan lebih besar. Jangan membuat tindakan sepihak. Apapun ini, jadi persoalan bersama,” pintanya.
Sedangkan sopir armada sampah Depo Sampah Mandala, Bibit Dwi Handayani mengaku tahu penutupan TPST Piyungan terjadi sejak Sabtu (7/5). Namun belum ada informasi, kapan TPST dapat kembali beroperasi. “Dengar-dengar warga (yang menutup akses jalan TPST, Red) minta, kalau bisa Gubernur HB X datang ke sana,” lontarnya.
Bibit menjelaskan, DLH Kota Jogja mengimbau gerobak sampah berhenti beroperasi sementara waktu. Khusus di deponya, Arif menyebut ada 45 gerobak yang berhenti akibat ketidakjelasan kapan TPST Piyungan kembali dapat diakses. Berikut sebagai upaya meminimalisasi gunungan sampah. “Biasanya, daya tampung di sini muat untuk libur tiga hari. Lebih dari itu, harus dibantu alat berat,” cetusnya.
Dalam upayanya mengurangi onggokan sampah, Bibit memperkenankan warga mengais sampah di Depo Mandala. Sampah organik dan sisa makanan dipungut oleh peternak babi. Sementara sampah plastik, dipilah untuk dijual kembali. “Lumayan aktivitas seperti ini, mengurangi timbunan,” ujarnya. (fat/laz) Editor : Editor Content