Kepala Disbud Kota Jogja Yetti Martanti mengungkapkan, dinasnya telah melakukan persiapan sejak Ramadan 1443 H. Diperkirakan terjadi lonjakan wisatawan yang masuk ke Kota Gudeg. Sementara unsur seni dan budaya yang dinaungi, merupakan komponen penting daya tarik wisata. “Mei ini momentum bagi masyarakat Jogja,” lontarnya saat diwawancarai Radar Jogja.
Lonjakan wisatawan ini diperkirakan oleh Yetti terkait aktivitas mudik yang dilakukan warga Jogja yang bekerja atau bermukim di luar kota. Hal ini disebutnya dapat menjadi peluang, termasuk Disbud yang menyiapkan kebaharuan.
Ekspose dan publikasi pun dinilainya harus digencarkan. Salah satu yang diunggulkan adalah Teras Malioboro. “Sudah ada beberapa rangkaian yang dipersiapkan,” ujarnya.
Disadari, relokasi pedagang kaki lima (PKL) ke Teras Malioboro perlu publikasi lebih gencar. “Terutama tempat seperti Malioboro yang ada kebaruan di sana. Salah satu wajah barunya kan Teras Malioboro,” sebutnya.
Untuk itu, Disbud merencanakan gelaran atraksi seni dan budaya. Memperkenalkan Teras Malioboro sekaligus melestarikan seni dan budaya Kota Jogja. “Banyak hal yang kemudian akan kami respons dengan seni pertunjukan. Bahwa Jogja tidak ada habisnya menikmati seni dan budaya di Jogja,” cetusnya.
Senada, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) pun mengatakan, Pemkot Jogja berupaya melakukan promosi Teras Malioboro. “Kami sudah buat grafis promosi untuk seluruh destinasi,” ujarnya.
Pemkot juga menggencarkan informasi melalui media sosial. Tujuannya, untuk memberi panduan terhadap wisatawan. “Kalau ke Jogja dan untuk keperluan apapun, kami sudah siapkan panduan teknis dan petunjuk agar mereka bisa menikmati Kota Jogja selama liburan,” tandasnya. (fat/laz) Editor : Editor Content