Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tubuh Manusia Mampu Detoksifikasi Alami

Editor Content • Sabtu, 7 Mei 2022 | 16:17 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Tubuh manusia dirancang untuk melakukan proses detoksifikasi alami. Yakni proses pembuangan racun dalam tubuh secara alami. “Umumnya ada tiga hal yang sering kita alami, yaitu berkeringat, buang air kecil, dan buang air besar,” tegas dr Berlian Aji Putra Wibowo kepada Radar Jogja (18/4).

Meski begitu, dokter kelahiran Kota Jogja yang sekarang bertugas di RSPI Sulianti Saroso Jakarta ini mengatakan, proses detoksifikasi alami dapat dibarengi dengan upaya lain, misalnya dengan berpuasa. Hal ini untuk mengoptimalkan pembersihan racun dalam tubuh.

“Puasa membantu proses tersebut menjadi lebih optimal. Bagaimana caranya dengan membantu mengeluarkan berbagai racun yang tersimpan dalam tubuh secara akumulatif,” jelasnya.

Saat berpuasa ada optimalisasi pemecahan lemak menjadi energi. Sebab pada saat tidak berpuasa apabila konsumsi makanan tidak diimbangi dengan olahraga cukup maka lemak akan menumpuk. “Menumpuk lemak dan mengganggu metabolisme kita,” tambahnya.

Photo
Photo
dr Berlian Aji Putra Wibowo.(DOK PRIBADI)

Saat berpuasa juga dapat memberikan istirahat bagi lambung yang setiap hari harus bekerja. Fungsi organ tubuh lainnya seperti usus juga dapat optimal untuk penyerapan nutrisi makanan. “Agar optimal makanya tidak hanya menahan lapar atau batasi makan, tapi perlu perhatikan beberapa hal,” ujarnya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah jangan menyepelekan sahur dan berbuka puasa. Sebab, keduanya menjadi pintu utama untuk masuk nutrisi ke tubuh. Saat berpuasa tidak boleh menyepelekan kebutuhan cairan tubuh. Dan yang terakhir dengan istrirahat cukup.

“Diperhatikan konsumsi air tetap 2,5 liter sehari dengan mencicil perlahan. Misal per 300 cc. Jangan langsung 2 liter biar organ tidak kaget,” ungkapnya.
Hal lain yang perlu diperhatikan untuk detoksifikasi adalah konsumsi makanan dengan anti oksidan yang tinggi. Misalnya konsumsi bawang putih, bayam, teh hijau, dan lain sebagainya. Atau buah-buahan yang memiliki warna pekat yang menunjukkan tingkat antioksidan yang tinggi. “Konsumsi makanan tinggi antioksidan untuk perkuat detoksifikasi,” ujarnya.

Selain itu olahraga juga membantu detoksifikasi namun harus disiasati saat berpuasa. Ia menyarankan waktu menjelang puasa. Sebab, pada saat itu akan ada proses pembakaran lemak yang tinggi. “Untuk waktu berbuka dan mengganti asupan makanan tidak terdapat selisih waktu. Menurunkan risiko dehidrasi,” tambahnya. (cr4/laz) Editor : Editor Content
#detoksifikasi