Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

10 Tahun di Penjara Bikin Angelina Sondakh Susah Makan Pakai Sendok, Kok Bisa?

Editor News • Jumat, 29 April 2022 | 21:40 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Tepat pada lebaran kedua nanti yakni Selasa 3 Mei, Angelina Sondakh akan genap 2 bulan berada di kehidupan normal bersama orang-orang yang ia cintai. Seperti diketahui Angie, sapaan akrabnya telah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Pondok Bambu Jakarta Timur pada Kamis 3 Maret lalu setelah menjalani hukuman pidana korupsi selama 10 tahun lamanya.

“Jadi kalau ada undangan makan, agak sulit menyesuaikan. Grogi. Sudah biasa makan di lantai, nasi (bungkus) kertas, warteg berdua. Di sana (penjara) gak ada meja makan. Jadi kalau makan di meja kurang nafsu. Sekarang (kalau) diundang makan, aduh pakai sendok ya,” kata Angie dalam live streaming di platform GoPlay, baru-baru ini.

Di lantai memang jadi kehidupan utama Angelina Sondakh selama di dalam penjara (Angie saat live streaming di Go Play tak pernah menyebut diksi lapas, selalu memakai kata penjara). Ketika ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK selama 3 bulan sebelum ia dibawa ke Lapas Pondok Bambu pun Angie hanya bisa melihat lantai.

“Selama 3 bulan gak lihat matahari, karena di basement. Masih BAP. Gak boleh lihat matahari dan gak boleh olahraga,” kata Angie.

Ternyata sejelek-jeleknya di KPK gak bisa lihat matahari Angie masih bisa tidur di ranjang dengan kasur yang masih terasa nyaman. Begitu dipindah ke Lapas Pondok Bambu ia mendapati dalam satu ruang harus berbagi dengan 36 tahanan lain. Bau ruang tahanan bikin Angie mau muntah.

“(Dikasih tahu) lapaknya di sebelah sini ya. Senior di atas. Aku dapat di lantai. Tidur pakai apa? Seadanya saja. saya sampai grogi, sakit perut, mau buka celana langsung lari masih antri 3 orang. Cuma ada 1 kamar mandi. Sekarang sih di Lapas sudah agak bagus. Dulu, (mau perut sakit mau mencret) kalau nyelak (antrian) ya dihajar,” jelas Angie.

Tidur di lantai dengan menyewa kasur setebal 5 centimeter udah membuat Angie berasa jadi raja. Angie bisa tidur. Tahun-tahun berlalu tulang punggungnya jadi terbiasa.

“Akhirnya malah lebih suka tidur di lantai keramik tanpa kasur, bisa agak adem. Karena kalau sudah masuk keong (tahanan) itu cuma ada kipas angin, panas sekali, ada 35 orang, bau dan panasnya sudah kayak apa. Belum lagi kalau mati lampu,” terang Angie.

Di Lapas Pondok Bambu, Angelina Sondakh tergabung dalam klub Sapu Jagat. Ini adalah klub yang fokus kegiatannya bersih-bersih di seluruh ruangan blok lapas. Angie paling suka ngepel lantai sampai saat ini dengkulnya menghitam.

“Mantan Putri Indonesia tapi dengkulnya hitam, hobi ngepel ini. Eh, makasih ya yang sudah ngasih gift. I love Yu Full,” kata Angie kepada penonton Live Streaming Go Play yang memang memungkinkan untuk langsung memberi aneka gift sebagai tanda dukungan pada Angie dan Mak Goblel, yang hari itu menenamani Angie. Mak Goblek adalah sahabat Angie selama di penjara.

“Ada yg kasih aku gift ya Alhamulillah, kamu udah kedip-kedip bagianku mana? Mak goblel sudah bilang kalau ada yang (kasih gift) aku yang lobby duitnya buat aku ya Bu Angie. Kita juga muntah makan 3 bakul sekalian. Yuk berbagi di bulan Ramadhan ini,” terang Angie dengan tawa berderai.

Angie melanjutkan paling kesel kalau sudah capai-capai nyapu dan ngepel satu blok, sudah kinclong lantainya tahu-tahu besok pagi sudah ada orang yang main buang sampah. Para tahanan makan di emperan, nasinya banyak yang ditempel-tempein ke lantai.

“Aku ngepel lagi ngorekin pakai kukuku, maaf bentuknya kayak upil, gak bisa bedain nasi dan upil. Aku kalau sudah gini marah. Kalian nyampah, nanti tikus banyak masuk gigitin kaki dan tangan kalian (sampai) putus. Mata juga digigit tikus. Tipes boro-boro (kalau) bisa periksa ke luar,” kata Angie.

Angie bersyukur bisa membentuk Klub Sapu Jagat selama di Lapas Pondok Bambu. Nama klub itu ia ambil dari Ayat Kursi dalam Alquran. Ini adalah klub bagi orang-orang yang mau kerja yang mau mengubah dirinya.

“Klub Sapu Jagat itu klub cleaning service untuk orang-orang yang mau mengubah dirinya,” terang Angie.

Di akhir acara Angelina Sondakh mengungkapkan betapa terharunya dia mendapat dukungan dan penguatan dari fans, supporter, dan penonton yang tak henti mengalir melalui chat di layanan livestream ini. (*/Dwi) Editor : Editor News
#Angelina Sondakh #kisah Angelina Sondakh #cerita dalam lapas