Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mahasiswa Tolak Penundaan Pemilu

Editor Content • Selasa, 12 April 2022 | 15:23 WIB
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
RADAR JOGJA - Ratusan mahasiswa long march bergerak menuju Titik Nol Kilometer dari Masjid Kauman, Senin (11/4). Aksi yang sempat menutup jalan tersebut nyaris bersitegang dengan aparat. Dalam orasinya, mahasiswa menolak kebijakan pemerintah yang merugikan masyarakat.
"Negera sedang tidak baik-baik saja," seru seorang mahasiswa. Dia berdiri di atas pikap yang ditempatkan di Titik Nol Kilometer. Di

Awalnya aliansi mahasiswa ini hanya membuat lingkaran kecil di Titik Nol Kilometer. Beberapa kendaran mulai terhalang oleh aksi yang mereka gelar. Termasuk beberapa ambulans yang hendak lewat. Akibat aliansi yang terpecah dalam dua aktivitas.

Sebagian mahasiswa mengikuti orasi. Merespon ucapan narator. Namun, sebagian lain berusaha menutup akses jalan. Mereka meminta mahasiswa untuk semakin melebarkan lingkaran yang dibentuk. Hingga kendaraan hendak melintas makin kesulitan.

Sejumlah aparat terpaksa turun tangan. Menghalau mahasiswa agar memberikan jalan pada pengendara. Akibat gesekan yang mengakibatkan salah seorang pengendara motor jatuh. Akibatnya terjadi adu mulut antara aparat dan massa. Buntutnya, aparat menutup akses jalan menuju Titik Nol Kilometer sekitar pukul 16.15 WIB.

Ketua Umum HMI Jogja, Anas Kurniawan mengatakan, ada tujuh tuntutan yang disampaikan aliansinya. Pertama, mereka menolak penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kedua, meminta penundaan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Ketiga, menolak kenaikan BBM. Keempat, menolak kenaikan harga bahan pokok. Kelima, menolak kenaikan PPN 11 persen. Keenam, menuntaskan klitih di DIJ. Terakhir, meminta dihentikan praktik kapitalisasi dan komersialisasi pendidikan.

"Perlu dipertimbangkan kembali, hal itu tentu menjadi persoalan dan dapat menyengsarakan masyarakat," tandas mahasiswa UIN Sunan Kalijaga itu. (fat/bah) Editor : Editor Content
#Masjid Kauman #Titik Nol Kilometer