"Negera sedang tidak baik-baik saja," seru seorang mahasiswa. Dia berdiri di atas pikap yang ditempatkan di Titik Nol Kilometer. Di
Awalnya aliansi mahasiswa ini hanya membuat lingkaran kecil di Titik Nol Kilometer. Beberapa kendaran mulai terhalang oleh aksi yang mereka gelar. Termasuk beberapa ambulans yang hendak lewat. Akibat aliansi yang terpecah dalam dua aktivitas.
Sebagian mahasiswa mengikuti orasi. Merespon ucapan narator. Namun, sebagian lain berusaha menutup akses jalan. Mereka meminta mahasiswa untuk semakin melebarkan lingkaran yang dibentuk. Hingga kendaraan hendak melintas makin kesulitan.
Sejumlah aparat terpaksa turun tangan. Menghalau mahasiswa agar memberikan jalan pada pengendara. Akibat gesekan yang mengakibatkan salah seorang pengendara motor jatuh. Akibatnya terjadi adu mulut antara aparat dan massa. Buntutnya, aparat menutup akses jalan menuju Titik Nol Kilometer sekitar pukul 16.15 WIB.
Ketua Umum HMI Jogja, Anas Kurniawan mengatakan, ada tujuh tuntutan yang disampaikan aliansinya. Pertama, mereka menolak penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kedua, meminta penundaan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Ketiga, menolak kenaikan BBM. Keempat, menolak kenaikan harga bahan pokok. Kelima, menolak kenaikan PPN 11 persen. Keenam, menuntaskan klitih di DIJ. Terakhir, meminta dihentikan praktik kapitalisasi dan komersialisasi pendidikan.
"Perlu dipertimbangkan kembali, hal itu tentu menjadi persoalan dan dapat menyengsarakan masyarakat," tandas mahasiswa UIN Sunan Kalijaga itu. (fat/bah) Editor : Editor Content