Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DIJ Menyongsong Peradaban Serba Mudah dan Cepat

Editor Content • Kamis, 31 Maret 2022 | 14:42 WIB
TIDAK BERKEMBANG: Jogja Agro Techno Park (JATP) Pemda DIJ di Dusun Kemiri, Kalurahan Wijilan, Kapanewon Nanggulan terkesan mangkrak dan minim fasilitas pendukung wisata,.(HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA)
TIDAK BERKEMBANG: Jogja Agro Techno Park (JATP) Pemda DIJ di Dusun Kemiri, Kalurahan Wijilan, Kapanewon Nanggulan terkesan mangkrak dan minim fasilitas pendukung wisata,.(HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilaksanakan di Padukuhan Sanggrahan, Tirtoadi, Mlati, Sleman, Rabu (30/3). Jadi momentum dimulainya pembangunan jalan tol Jogja-Bawen, Semarang sepanjang 75,82 kilometer (km). Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ menyebut momentum itu untuk menyongsong peradaban baru.

Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji, mewakili Gubernur DIJ Hamengku Buwono X, mendukung program strategis nasional ini. Adanya tol disebutnya menjadi tolak ukur sejauh mana kemajuan perekonomian sebuah negara. Baik secara makro maupun mikro. Kehadiran tol sebagai bukti kesiapan negara menyongsong setiap peradaban serba mudah dan cepat. Proyek ini multi manfaat. "Untuk transportasi angkutan barang semakin efisien, mendekatkan produsen, distributor dan konsumen," kata Aji dalam sambutannya.

Adanya tol, diharapkan dapat menyongsong peradaban serba mudah dan cepat, juga menghubungkan jaringan pendukung pariwisata superprioritas. Seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Ratu Boko dan lainnya. "Yang jelas dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat DIJ," bebernya.

Lokasi tersebut akan menjadi titik temu tol Jogja-Bawen, Jogja-Solo dan Jogja-Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo. Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Triono Junoasmono menjelaskan ruas 75,82 km itu terbagi atas wilayah Jawa Tengah sepanjang 68,17 km dan DIJ 7,65 km. Pengerjaannya, dibagi menjadi enam sesi.

Tirtoadi-Banyurejo (Sleman) sepanjang 8,5 km, Banyurejo-Borobudur 15,26 km, Borobudur-Magelang 8-08 km, Magelang-Temanggung 16,26 km, Temanggung-Ambarawa 22,56 km dan Ambarawa-Bawen 5,21 km. "Groundbreaking akan menjadi momentum tongkat awal dimulainya tol Jogja-Bawen yang memiliki investasi sebesar Rp 14,26 triliun dan masa konsesi selama 40 tahun," ungkap Triono. Kegiatan ini dilaksanakan oleh PT Jasa Marga Jogja-Bawen selaku badan usaha tol.

Sepanjang tol Jogja-Bawen dibangun empat simpang susun. Yakni, di Ambarawa, Temanggung, Magelang dan di Banyurejo, Sleman. Nantinya akan terhubung dengan junction (persimpangan jalan) di Kapanewon Mlati dan terkoneksi dengan tol Solo-YIA.

Tol Jogja-Bawen memiliki simpang susun empat terletak di Banyurejo, Tempel. Nantinya akan menghubungkan jalan Jogja-Bawen dengan akses Jalan Tempel-Dekso Kabupaten Sleman. Tol Jogja-Bawen dibangun dengan dua kali dua lajur. Lebarnya 3,6 meter dengan kecepatan jalan utama 80 km/jam. Pembangunan tol Jogja-Bawen menggunakan desain struktur upgrade sepanjang 69,51 km dan struktur elevated sepanjang 6,31 km di ringroad barat Jogja. "Tepatnya di atas Selokan Mataram," terangnya.

Sedang Direktur Utama PT Jasa Marga Jogja-Bawen Oemi Vierta Moerdika mengatakan, pembangunan proyek strategis nasional (PSN) tol Jogja-Bawen tak lepas dari peran masyarakat lokal. Nantinya, akan melibatkan tenaga kerja lokal dan mengakomodir permintaan kerja magang dari universitas. Diharapkan adanya pembangunan tol dapat menjadi peluang menciptakan masyarakat setempat. Khususnya bagi warga yang terdampak tol.

Saat ini Jasa Marga Jogja-Bawen bersama pemerintah daerah maupun pusat tengah menyelesaikan proses pembebasan lahan sebanyak 878 hektare. Lahan tersebut, merupakan tujuh persen dari proses pembebasan lahan tanah dengan karakter khusus yang belum rampung. Seperti halnya tanah kas desa.
"Itu membutuhkan proses, karena harus dicarikan tanah penggantinya. Berbeda kalau tanah itu milik masyarakat, begitu dokumen dan syaratnya lengkap langsung bisa dibayarkan," imbuh Direktur Utama Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Basuki Purwadi.

Peresmian ditandai dengan memencet tombol sirine oleh pejabat di atas. Serta groundbraking dilakukan dengan menggunakan alat berat berupa tiga buah eksavator, tepat di belakang panggung acara. "Peletakan batu pertama ini akan menandai sejarah baru bagi DIJ," sambung Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian.(mel/pra) Editor : Editor Content
#Sleman #YIA Kulonprogo #Sekprov DIJ