WINDA ATIKA IRA P, Jogja, Radar Jogja
Sebelum pukul 09.00, ratusan orang sudah mengantre di seberang Balai Kota Jogja. Bukan untuk mengurus administrasi di Balai Kota, mereka mengantre untuk bisa makan gratis. Ya, di sebelah utara Balai Kota Jogja di kawasan Timoho itu, terpampang jelas sebuah papan bertuliskan 'Warung Makan Gratis' HTJRT yang kependekan dari Haji Tjandra Racing Team.
Saat Radar Jogja menyambangi lokasi Senin (29/3) siang, sudah tak banyak warga yang datang. Tapi masih ada beberapa warga yang menikmati sajian. Suasana layaknya warung jelas terasa. “Mulai buka sejak pukul 09.00, sudah banyak yang antre, ada yang mengajak keluarganya juga,” kata koordinator 'Warung Makan Gratis' HTJRT Herjun.
Begitu tiba, mereka pun langsung disuguhi deretan lauk pauk yang terpajang di atas meja oleh pelayan warung. Mulai dari ayam goreng, telur dadar, tahu, tempe, serta beraneka ragam olahan sayur-mayur. Seluruh menu itu, dapat diakses semua konsumen, tanpa dipungut biaya sepeserpun. Selepas kenyang melahap hidangannya, pengunjung cukup menaruh piring di meja. "Kehendak bos gitu, ibaratnya memanusiakan manusia, ya biarkan mereka memilih sendiri menunya, mau makan apa, kami yang bertugas melayani silakan saja," jelasnya.
Setiap seminggu dua kali yaitu, Senin dan Jumat, sebanyak 500 porsi lebih makanan siap santap disediakan untuk para konsumennya. Dengan sajian yang sangat beragam, deretan kru tim balap ini bahkan harus mempersiapkan sajian sejak H-1 warung beroperasi, supaya jam buka tetap on time. "Kami kalau menu Jumat sedikit bervariasi ya, kadang kita tambah rawon atau menu lain. Karena antusiasnya lebih tinggi," terangnya.
Sejauh ini, konsumen yang datang lebih banyak adalah pemulung maupun tukang becak yang beroperasi di sekitaran Timoho. Meski begitu, semua orang dipersilakan mencicipi hidangan tak peduli orang berpenghasilan maupun tidak. Siapa saja, lanjut Herjun, bisa makan bebas di sana. “Teman-teman honorer di Balai Kota juga datang ke sini kami persilakan. Orang kaya pun mau ke sini nggak masalah, karena ada mungkin penasaran atau gimana, tidak masalah. Kan memang niatnya kami berbagi enggak pilih-pilih," tambahnya.
Dikisahkan Herjun, awalnya gerakan ini bergulir sejak 11 Februari lalu. Atas dasar inisiatif owner HTJRT untuk membuka warung makan gratis di kantornya. Aksi bersedekah makanan ini sudah biasa dilakukan di jalanan, seperti berbagi sembako atau makanan. "Terus berkeinginan pengen punya warung makan gratis, terlebih masih situasi pandemi Covid-19 yang nggak kunjung selesai," katanya.
Situasi pagebluk korona mendorong sang owner melakukan aksi lebih dekat dengan warga. Sebab pandemi, dinilai pasti berdampak banyak bagi masyarakat berbagai kalangan. Mereka kesulitan, apalagi sekedar untuk makan sehari-hari. Ditambah harga kebutuhan pokok yang tidak stabil. Akhirnya dibukalah warung makan ini untuk masyarakat membutuhkan, seperti warga sekitar, fakir miskin, pemulung, dan bagi siapapun yang membutuhkan. "Antusias masyarakat hari ke hari luar biasa. Enggak sampai satu jam 500 porsi habis," ujarnya.
Keberadaan warung gratis itu belum dapat dipastikan hingga kapan. Namun, sesuai instruksi juragan sebisa mungkin gerakan-gerakan berbagi harus dipertahankan. "Insyaallah bisa berjalan seterusnya. Kalau kata bosnya, jangan sampai putus," imbuhnya. (pra) Editor : Editor Content