Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Resa Wahyu Restanto, Hobi Bikin Miniatur Bus

Editor Content • Minggu, 27 Maret 2022 | 16:47 WIB
PELUANG USAHA - Warga Padukuhan Bendungan, Kalurahan Selang, Kapanewon Wonosari Resa Wahyu Restanto sedang merakit miniatur bus belum lama ini.(GUANAWAN/RADAR JOGJA)
PELUANG USAHA - Warga Padukuhan Bendungan, Kalurahan Selang, Kapanewon Wonosari Resa Wahyu Restanto sedang merakit miniatur bus belum lama ini.(GUANAWAN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - PRIA lulusan Sekolah Vokasi Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta ini menekuni usaha di bidang pembuatan miniatur bus. Warga Padukuhan Bendungan Kalurahan Selang, Kapanewon Wonosari Resa Wahyu Restanto, mengasah dan merintis usahanya sejak tujuh tahun silam.

Kreasi miniatur bus dan truk pria berumur 27 tahun itu bermula pada 2016 silam. Bahan yang digunakan membuat miniatur bus dan truk agar menyerupai bentuk aslinya memanfaatkan menggunakan kayu hingga akrilik untuk bagian body. Baginya, membuat replika kecil moda transportasi massal adalah peluang bisnis menjanjikan.

"Berawal dari hobi, ternyata hasil jadi banyak diminati para penghobi bus atau komunitas bis mania dan untuk koleksi pemilik perusahaan otobus," kata Resa Wahyu Restanto saat ditemui beberapa waktu lalu.

Hasil karya Resa diminati konsumen dari berbagai daerah hingga lintas pulau. Mengingat pangsa pasar sudah mulai terbentuk, pihaknya terus berkarya sampai dengan sekarang. Lantas gerak cepat mengawali pekerjaan dengan mendesain miniatur bus dan truk melalui perangkat komputer sesuai keinginan pemesan.

Pada umumnya, skala antara kendaraan asli dengan miniatur satu banding 19. ”Saya buat miniatur bus berukuran panjang 60 centimeter dengan lebar 13 centimeter dan tinggi 17 centimeter," ujarnya.

Photo
Photo


Semua pekerjaan sebagian besar digarap sendiri. Dia menggunakan printer tiga dimensi untuk mendapatkan bentuk yang lebih presisi. Setelah tahap pertama membuat desain miniatur bus sesuai pesanan jadi, selanjutnya melakukan pengukuran pada bahan akrilik, guna membentuk bodi bus.

Proses berikutnya pemotongan bahan akrilik serta bahan fiber mesin dan triplek melamin untuk bagian-bagian bus, seperti bumper depan dan belakang, perangkat pendingin udara hingga interior bus. “Setelah terbentuk bodi bus setengah jadi, proses pengecatan," ungkapnya.

Dia menjelaskan, tahapan pengecatan bisa berlangsung hingga beberapa kali agar memperoleh warna sesuai rupa bus aslinya. Setelah hampir separuh proses pengerjaan selesai, Resa memposisikan diri layaknya pekerja perusahaan karoseri bus. Mengerjakan bagian akhir, perakitan bagian-bagian roda, kaca, interior hingga detail bus. ”Seperti kaca spion dan lampu,” sebutnya.

Ketika jadi, bentuknya sangat mirip dengan bentuk asli. Tampak kokoh dan proporsional. Bisa dimainkan dengan cara didorong, dan dapat berjalan dengan tambahan dinamo penggerak.

Satu unit miniatur bus dikerjakan selama dua minggu hingga dua bulan. Tergantung tingkat kerumintan. Supaya kualitas terjaga dengan baik, kuota pesanan maksimal 25 unit dalam satu tahun. Harga satu unit sekitar Rp 2 juta. "Media sosial jadi sarana pemasaran," ucapnya.

Kendala yang dihadapi selama pengerjaan justru jadi tantangan. Kendala itu diantaranya megikuti perkembangan desain bus modern yang diproduksi oleh perusahaan karoseri. Situasi demikian tentu harus disikapi dengan baik dengan cara belajar dan terus belajar melalui internet. Seperti diketahui jenis bus beragam, mulai dari normal deck, high decker, super high decker, hingga bus tingkat atau double decker. "Saya mengikuti tren jenis bus yang terus berkembang,” jelasnya (gun/bah)

  Editor : Editor Content
#hobi #Miniatur Bus #UGM Jogjakarta