Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mangkukusuman Terus Lestarikan Apem Jogja

Editor Content • Minggu, 27 Maret 2022 | 15:36 WIB
Ris Winarso Ketua Pemuda Kampung Mangkukusuman, Baciro, Kota Jogja.(Dok Pribadi for Radar Jogja)
Ris Winarso Ketua Pemuda Kampung Mangkukusuman, Baciro, Kota Jogja.(Dok Pribadi for Radar Jogja)
RADAR JOGJA - Menyongsong bulan Ramadan, biasa masyarakat Jogja menggelar tradisi apeman. Secara bergotong royong mereka membuat kue apem dan penganan lainnya yang nanti akan dimakan bersama warga satu kampung.

Tradisi ini dilakukan turun temurun di beberapa kampung di Kota Jogja sebagai pelestarian. Salah satunya di Kampung Mangkukusuman, Baciro, Gondokusuman, Kota Jogja. Sejak sekitar 15 tahunan lalu, telah mengawali tradisi apeman di tiap-tiap RT.

Ketua Pemuda Kampung Mangkukusuman Ris Winarso mengatakan, tradisi apeman biasa digelar rutin setiap tahun di kampungnya. Dari lingkup RT, selalu terlibat dalam pembuatan kue apem.

“Kampung Mangkukusuman setiap tahun ada tradisi apeman. Kalau dulu lingkupnya kayak RT, mereka yang koordinir dibuat di satu tempat,” katanya kepada Radar Jogja, Jumat (25/3).

Photo
Photo


Dalam perkembangan zaman, selalu ada cara sendiri masyarakat dalam membuat apem untuk dijadikan tumpengan dan dipertontonkan ke khalayak umum. Dulu, pembuatan apem masih sangat tradisional, tanpa menggunakan bahan-bahan tambahan. Sekarang lebih banyak masyarakat membuat tekstur apem dengan menambah campuran untuk pengembang kue apem.

“Kalau dulu pasti masih sangat tradisional ya, pembuatan apem dengan bahan-bahan tanpa campuran. Sekarang tekstur bahan apem kadang ada yang pakai campuran fermipan. Kalau orang dulu pasti pakai ragi asli,” ungkapnya.

Acara apeman dalam dua tahun terakhir digaungkan dari kalangan pemuda dengan konsep tetap mengedepankan tradisional. Bahan-bahan yang dibuat utamanya harus mengandung bahan tradisional. Even ini digelar seiring kalangan pemuda ingin membranding Kampung Mangkukusuman dijuluki dengan kampung apeman. “Pas kami inisiatif pemuda gelar lomba, baru tahun kemarin dan tahun ini. Goal-nya, kita pengen Mangkukusuman menjadi kampung apem Jogja,” ujarnya.

Sebanyak sembilan RT turut terlibat dalam lomba ini, dikemas dengan anggaran Rp150 ribu tiap RT. Sejak dulu, kegotongroyongan masyarakat untuk memeriahkan tradisi apeman tak pernah luntur. Mereka ramai-ramai memasak kue apem setiap ada even ini. “Kita angkat sebuah ketradisionalan. Dan ternyata warga antusias sekali membuat apem Jogja,” tambahnya. (wia/laz) Editor : Editor Content
#oldies #Gondokusuman #ramadan